Aksi Menolak UU Cipta Kerja di Batubara Berakhir Ricuh, 44 Pengunjukrasa Diamankan

Aksi menolak pengesahan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) di Kabupaten Batubara, berakhir ricuh, Senin (12/10/2020). Massa demonstran terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Kasat Sabhara Polres Batubara, AKP DP Sinaga cedera setelah kepalanya terkena lemparan batu pengunjukrasa. Polisi sedikitnya mengamankan 44 demonstran, 19 di antaranya berstatus pelajar.

Insiden kericuhan terjadi saat ratusan pengunjukrasa yang berusaha masuk ke Gedung DPRD Batubara dihadang aparat kepolisian. Alhasil, terjadi aksi saling dorong antara petugas dan demonstran. Saat bersamaan, sejumlah oknum dari barisan pengunjukrasa melempar batu ke arah personel Polri dan TNI yang berjaga di depan gerbang.

Aksi itu mengakibatkan Kasat Sabhara Polres Batubara, AKP DP Sinaga, terkena lemparan batu di kepala. Darah segar pun terlihat mengalir dari luka di kepala tersebut. Sejumlah personel Polres Batubara kemudian segera memboyong AKP DP Sinaga ke rumah sakit.

Melihat pengunjuk rasa mulai anarkis, polisi huru hara yang telah berjaga-jaga sebelumnya bergerak maju mengejar massa. Gas air mata ditembakkan untuk membubarkan massa yang bertindak anarkis.

Bahkan massa yang menyelamatkan diri ke warung nasi di depan DPRD tak luput dari kejaran polisi. Beberapa orang terkena pukulan kayu dan ditunjangi sebelum diamankan. Polisi terus memburu massa dan memukul mundur hingga ke rel KA dan membuat massa lari tunggang langgang.

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis kepada wartawan mengatakan, bahwa kondisi AKP DP Sinaga sedikit mengkhawatirkan akibat luka tersebut. “Ini sekarang kami akan rujuk (AKP DP Sinaga) ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan karena kondisinya sedikit melemah, kemudian beliau merasa pusing,” katanya.

Akibat kericuhan tersebut, polisi juga mengamankan puluhan pengunjukrasa yang diduga melakukan keributan. “Yang diamankan ada 44 orang, 19 di antaranya masih pelajar,” katanya.

Dari tes urine, satu orang mahasiswa bernama Adam ternyata positif  memakai narkoba. Polisi juga mengamankan 3 unit truk pickup milik pengunjukrasa, termasuk sound system yang mereka gunakan untuk berorasi.

You might also like