Penusuk Syekh Ali Jaber Mulai Digiring Ke Isu Alami Gangguan Jiwa

Penusukan terhadap Syekh Ali Jaber erjadi pada pukul 17. 20 Wib saat mengisi acara tabligh akbar di Masjid Falahuddin Bandar Lampung.

Pelaku penusukan adalah A. Alfin Adrian (24) warga Jalan Tamin gang Kemiri, Suka Jawa. Pelaku langsung diamankan oleh panitia dan langsung diinterogasi oleh panitia.

Ustaz Nazir (27) salah seorang saksi mengatakan, kejadian terjadi pada pukul 17.20 saat Ali Jaber sedang berinteraksi dengan salah seorang santri dan orang tua santri tersebut.

“Pada saat itu Syekh Ali Jaber sedang berinteraksi dengan berinteraksi dengan salah seorang santri dan ibunya, dan sang ibu meminta swafoto bersama Syekh Ali Jaber,” ujarnya Minggu 13 September 2020.

Saat itu sambung ustaz Nazir, handphone milik orang tua santri kapasitas memori tidak mencukupi. “HP ibu santri tersebut penuh memorinya, selanjutnya Syekh Ali Jaber meminta kepada penonton untuk meminjamkan HP kepada orang tua santri tersebut, tak lama kemudian datang seorang pemuda naik, seluruh orang mengira jika dia hendak meminjamkan HP, namun malah terjadi kejadian tersebut,” ucapnya.

“Waktu ditanya tidak mengetahui apa yang dilakukannya, menurut keterangan dari orang tua pelaku sudah 4 tahun ini mengalami gangguan kejiwaan,” ungkapnya.

Ditanyakan kondisi Syekh Ali Jaber saat ini, menurut ustaz Nazir kondisinya sudah membaik, meski mendapatkan 10 jahitan akibat kejadian tersebut, dan saat ini sudah kembali ke hotel.

“Saat ini sudah di hotel kembali, beliau mendapat 10 jahitan akibat penusukan tersebut,” pungkasnya.

 

Orang Tua Sebut Pelaku Alami Gangguan Jiwa

 Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto menyebut pelaku penikaman Syekh Ali Jaber bertempat tinggal tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Jarak antara Masjid Falahuddin di Kelurahan Sukajawa Kecamatan Tanjungkarang Barat (TKB) Kota Bandarlampung hanya sekitar 300 meter dari rumah pelaku, AA (24).

“Jarak antara rumah pelaku dan TKP itu sekitar 300 meter, dan menurut pengakuan AA yang bersangkutan membawa pisau dari rumah,” kata dia.

Atas kejadian tersebut, Kapolda Lampung mengatakan, Syekh Ali Jaber mengalami luka tikam sedalam 4 cm dan telah dilakukan pengamanan serta pengobatan.

Polda Lampung juga masih melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku penusukan, apakah yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa seperti pengakuan orang tuanya atau tidak.

“Menurut keterangan orang tuanya yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa, namun dari kepolisian tidak bisa menerima pengakuan itu begitu saja,” kata Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, di Mapolresta Bandarlampung, Minggu malam.

Sehingga lanjut dia, pihak kepolisian dalam hal ini satuan Reserse Krimanal (Reskrim) Polresta Bandarlampung proaktif dengan langsung mengundang dokter dari rumah sakit jiwa untuk memeriksa kejiwaan pelaku.

“Saat ini sudah dilakukan obesrvasi awal dari pelaku dan besok kita akan resmi memberikan visum ke rumah sakit jiwa guna pemeriksaan lanjutan,” kata dia.

Selain itu, kata dia, pada malam ini pelaku penusukan Syekh Ali Jaber tersebut juga dilakukan pemeriksaan urine yang hasilnya negatif dari pengaruh barang-barang terlarang.

Kapolda juga mengatakan bahwa dalam pemeriksaan kejiwaan yang bersangkutan besok di Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa, kepolisian pun akan memanggil psikiater dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Lampung.

Sedangkan, lanjut dia, motif pelaku masih terus didalami oleh pihak kepolisian.

“Untuk motifnya, kami masih mendalami karena ada kesulitan menangkap jawaban pelaku. Tapi menurut keterangan dokter kejiwaan yang kami undang untuk pola pikirnya bagus, ada tanya, ada jawab namun isi pikirannya ini yang sulit,” kata dia.

Seorang jamaah bernama Dede mengatakan, pelaku mengaku disuruh untuk menusuk Syekh Ali Jaber di bagian dada. “Abis kejadian itu bapaknya pelaku langsung Dateng, terus bilang kalo anaknya ini agak kurang waras,” kata Dede.

You might also like