Gatot Nurmantyo: Kebangkitan PKI Nyata, PDIP Tempat Berkumpulnya Keturunan PKI

Sudah cukup sering Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bicara soal Partai Komunis Indonesia (PKI). Dulu, tahun 2016, dia menengarai isu PKI bisa saja diembuskan pihak tertentu untuk mengadu domba anak bangsa. Gatot mengaku merasakan kebangkitan sejak 2008.

Mantan Panglima TNI itu  kembali menyatakan sejumlah alasan bahwa bahaya laten PKI gaya baru semakin nyata adanya.

“Semakin hari semakin real. Tidak usah mundur ke belakang, mulai dari 2008 aja sudah tidak ada pelajaran  G302/PKI” ujar Gatot, dalam wawancara ekslusif di salah satu stasiun televisi swasta nasional pada Kamis, 24 September 2020.

Tjahyo Kumolo, Ribka Tjiptaning, Megawati Soekarno Putri (depan)

 

Lebih lanjut, ia juga menyinggung soal  Ribka Tjiptaning yang bangga menjadi anak PKI pada beberapa waktu lalu, juga menyatakan bahwa pelaku pembantaian G30S/PKIadalah TNI.

Tak hanya itu, Gatot juga menyebut bahwa banyak keturunan PKI yang masuk ke dalam PDI Perjuangan.\

“Kemudian mengatakan bahwa anak-anak keturunan PKI itu masuk di PDIP mulai dari cabang sampai dengan Pusat,” kata Gatot.

Bahkan, teranyar, Gatot menyebut kebangkitan PKI  itu semakin nyata dengan adanya upaya menyelinap ke dalam perundang-undangan melalui RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), di mana sejumlah Pasal mengindikasikan PKI.

“Yang teraktual yang tidak terbantahkan, karena memang PKI atau komunis itu tidak bisa terlihat tapi bisa dirasakan. Contohnya RUU HIP, Pasal 7 Ayat 2 itu mengajukan Trisila; Nasionalisme, Sosial Demokratik dan Ketuhanan Yang Berkebudayaan, nomor tiga. Bahkan dipres jadi Ekasila. Kemudian, pada Pasal 5 Ayat 1 bahwa sendi pokoknya adalah keadilan sosial.

“Mari kita lihat. Bahwa di dalam Pancasila yang pertama adalah Ketuhanan YME makanya dikuatkan lagi di UUD 1945 Pasal 29 Ayat 1 dasar adalah Ketuhanan YME,” tutur Gatot.

You might also like