Dilaporkan Gratifikasi Dengan Penyelenggara Pemilu, Zty: “Kita akan Lawan Fitnah Keji”

PANGKALPINANG, Forumkeadilan.com -Anggota DPR RI asal Babel Zty, berang atas aduan yang menuding dirinya melakukan gratifikasi kepada penyelenggara Pemilu 2019 lalu. Dihadapan sejumlah wartawan, Politisi Nasdem ini mengatakan bahwa dirinya bersama dengan para pengurus telah mempersiapkan langkah-langkah untuk counter attack atas tudingan tersebut. Zty menegaskan bahwa apa yang dituduhkan tersebut bukan sekedar fitnah yang keji, namun sudah mengarah kepada pembusukan dan pembunuhan karakter.

Demikian disampaikan Zyt di kediamannya pada Minggu (13/9/20) pagi kepada wartawan. Zty yang juga di dampingi oleh beberapa staf partainya mengatakan bahwa pihaknya baik secara pribadi maupun kepartaian tidak akan diam. Ia bahkan mengaku sudah membicarakan hal ini dengan para ahli hukum untuk segera melaporkan balik pihak yang telah menudingnya.

“Ini jelas fitnah yang keji, ini pembusukan, pembunuhan karakter. Saya membantah apa yang dituduhkan ke saya. Oleh karena itu saya pastikan kita akan melakukan upaya perlawanan terkait masalah ini. Saya sudah tahu siapa yang melaporkan. Dan kita pastikan pelapor tersebut akan kita perkarakan, termasuk bila ada juga yang di belakang, semuanya akan tahu akibatnya. Segala upaya akan kita lakukan. Ini sudah bikin heboh internal partai. Sejak dipublish kemarin sehingga kalau kita tidak sikapi maka kita akan terkesan salah. Negara kita ini sekarang kacau oleh fitnah-fitnah keji, dan sekarang ada yang mau menebar fitnah keji di Babel ini, tidak boleh kita biarkan. Kita cinta Babel yang damai. jadi kita akan lawan,” semprot Zty dengan emosional.

Terkait ada motif-motif lainnya, Zty tidak ingin berasumsi. Politisi kelahiran Mentok ini tidak menampik kemungkinan tersebut. Menurutnya moment pilkada serentak di 4 wilayah pemekaran jelas berpotensi terdampak jika tudingan yang disebutnya dengan fitnah keji tersebut, dibiarkan bergulir tanpa disikapi.

“Jika motif lain, saya tidak mau menduga-duga. Tapi harus dicatat, bahwa saat ini kita di Babel menjelang musim Pilkada serentak. Partai kita jelas terlihat aktivitasnya di 4 Pilkada serentak ini, di mana kita mengikutkan 2 kader kita maju sebagai Bupati, yakni di Bangka Barat dan Bangka Tengah. Lalu dua kader juga kita turunkan di Bangka Selatan dan Belitung Timur sebagai calon wakil bupati. Bukan tidak mungkin fitnah keji seperti ini akan berdampak pada agenda ini. Karena ini pembusukan. Bahwa ketua Parpolnya disebut-sebut terlibat gratifikasi. Jadi bisa saja ada kemungkinan motif lain atas semua ini. Oleh Karena itu lah jika kita diam, bukan tidak mungkin berdampak pada kontestasi Pilkada khususnya pada kader kita,” jelas Zty lagi.

Diberitakan sebelumnya, Zty disebut-sebut melakukan gratifikasi kepada oknum penyelenggara Pemilu 2019 lalu. Zty disebut-sebut memberikan 1 unit kendaraan roda empat kepada oknum penyelenggara pemilu tersebut. Namun tak hanya Tyz, beberapa nama lain juga disebut sebagai pemberi imbalan yakni Ewi dan Arb yang keduanya merupakan politisi partai Demokrat.

Kasi Penkum Kejati Babel sendiri Basuki Raharjo tidak menampik saat dikonfirmasi terkait adanya laporan pengaduan yang menuding para politisi tersebut pada Kamis (10/9/20) lalu. Basuki Raharjo membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima surat bertanda tangan di atas materai tersebut dan sudah melimpahkan ke bagian Intel Kejati untuk diselidiki.

“Iya pengaduan itu sudah diterima dan ditindak lanjuti oleh pimpinan ke bidang Intel selanjutnya dikaji. Sebelumnya setahu Kemarin aduan itu masih di meja pimpinan namun saat ini sudah turun ke bidang Intel jadi Intel yang akan menangani nya,” terang Basuki saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.(10/9/20).

Dikatakan Basuki, dirinya berjanji akan menginformasikan sejauh mana nantinya perkembangan penanganan dugaan informasi suap tersebut.

“Yang pastinya aduan informasi dugaan suap itu oleh pimpinan ditindak lanjuti,nah sejauh mana perkembangan penanganan nya nanti akan saya infokan,” ujar Basuki.(tim)

You might also like