Demo HMI Bogor Diwarnai Tendangan Maut Anggota Satpol PP

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bogor di depan gerbang Kantor Bupati Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9), berujung ricuh.

Massa aksi sempat baku hantam dengan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor yang mengamankan aksi.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, massa aksi menuntut soal polemik dugaan maladministrasi proyek pembangunan di RSUD Leuwiliang.

Mulanya, para mahasiswa terlibat adu dorong dengan aparat di pintu gerbang kantor bupati. Tak berselang lama, sejumlah aparat Satpol PP dan Polisi ramai-ramai keluar dari dalam gerbang mendekati para mahasiswa di luar gerbang.

Saat di luar gerbang, kericuhan pun tak terhindarkan. Baku hantam antara massa aksi dan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor terjadi.

Bahkan, video pembubaran aksi oleh anggota Satpol PP tersebut langsung viral di grup-grup WhatsApp. Musababnya, cara mereka membubarkan massa terkesan sadis.

Yang paling menyita perhatian, ada salah satu anggota Satpol PP yang melayangkan ‘tendangan terbang’ ke salah satu massa aksi hingga tersungkur. Tak sampai di situ, anggota Satpol PP masih terus berusaha memukuli pendemo tersebut

“Kita cukup kecewa dengan aparat hari ini terkesan represif,” kata Korlap Aksi, Badru Tamam.

Menurutnya, ada salah satu rekannya yang ditahan usai kericuhan tersebut.

“Anggota kita masih tertahan di dalam, sampai berdarah-darah,” ungkapnya.

Usai kericuhan, massa aksi bergeser ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk melanjutkan aksi.

Mereka juga berencana melaporkan aksi represif tersebut.

Demo HMI Bogor

Polisi Dalami Tendangan Kasus Ini

Polres Bogor mendalami kasus tendangan terbang oleh oknum Satpol PP Kabupaten Bogor kepada mahasiswa saat berdemo di Kawasan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor.

“Kami telah menerima laporan polisi dari korban yang melakukan aksi (demo) kemarin, dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy melalui pesan tertulisnya, Jumat (18/9).

Aksi brutal oknum Satpol PP Kabupaten Bogor saat membubarkan demo yang dilakukan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada Kamis (17/9) siang itu mengakibatkan lima mahasiswa luka-luka.

Ketua HMI MPO Cabang Bogor Wildan Nugraha menyebutkan pihaknya melaporkan tindakan kasar yang disertai tendangan terbang oleh oknum Satpol PP Kabupaten Bogor ke Satreskrim Polres Bogor pada Kamis malam.

“Harusnya dengan cara baik-baik. Toh kami juga di situ tidak menggunakan kekerasan, tetapi mereka malah memukuli kami, dikeroyok kami,” kata Wildan.

Pihak Satpol PP Kabupaten Bogor telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggotanya yang menendang mahasiswa saat demo mengenai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang itu.

“Kami atas nama Satpol PP Kabupaten Bogor memohon maaf atas terjadinya insiden dalam aksi demonstrasi tersebut,” kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridallah di Cibinong, Bogor.

Menurut dia, Satpol PP melakukan langkah pemeriksaan secara internal, khususnya kepada para anggota yang terlibat dalam pengamanan demonstrasi yang berlangsung pada Kamis (17/9) siang hingga sore hari.

You might also like