Artis Reza Artamevia Dan Drummer Ditangkap Karena Narkoba

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap penyanyi Reza Artamevia atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Informasi itu pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus.

“Reza Artamevia diamankan karena narkoba,” kata Yusri saat dihubungi, Sabtu (5/9).

Yusri menyebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu. Meski demikian, dia tidak menjelaskan secara rinci mengenai kronologi penangkapan itu maupun jumlah barang bukti yang disita.

Yusri menyebut, saat ini, Reza masih menjalani pemeriksaan intensif. “(Barang bukti) sabu,” imbuh dia.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara menangkap eks drmmer band BIP berinisial JH bersama seorang kurir narkoba, yakni MY atas dugaan penyalahgunaan narkotika. Polisi menyebut, penangkapan itu dilakukan saat JK sedang bertransaksi narkoba dengan MY di sebuah hotel di Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Sudjarwoko mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran narkoba di lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap JK serta MY pada 2 September 2020 sekitar pukul 14.30 WIB di salah satu hotel di Jakarta Utara.

“Berawal info masyarakat di salah satu hotel di Jakut ada dicurigai orang menggunakan narkoba atau penyalahgunaan narkoba. Lalu info tersebut ditindaklanjuti oleh Unit 3 Satresnarkoba Jakut,” kata Sudjarwoko dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (4/9).

Sebelum ditangkap, jelas Sudjarwoko, kurir narkoba berinisial MY tersebut sedang menunggu seseorang dan gerak-geriknya tampak mencurigakan. Polisi lalu mengecek dan menemukan barang bukti narkoba jenis sabu dari tangan MY.

“Dilakukan interogasi, diakui bahwa tersangka MY sedang menunggu tersangka JH untuk mengantar pesanan narkotika jenis sabu,” ungkap Sudjarwoko.

Setelah itu, polisi menangkap JH di lokasi yang sama. Dari penangkapan itu, polisi menyita sabu seberat 0,3 gram dan dua unit ponsel.

Polisi pun telah melakukan tes urine terhadap JH dan MY. Hasilnya, mereka positif mengonsumsi metamfetamina (sabu). Polisi juga masih terus mendalami kasus itu.

Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 juncto 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun.

You might also like