Sadis! Anggota Fraksi PDIP DPRD Labusel Cabut Paksa Kuku Warga Pakai Tang

Anggota Fraksi PDIP DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) Imam Firmandi, tersangka kasus penganiayaan karena mencabut paksa kuku warga dengan memakai tang, belum tertangkap. Polisi menyebut penangkapan Imam sempat dihalangi warga.

“Belum bisa dilakukan penangkapan karena dihalangi masyarakat dan tersangka pun belum ditemukan,” kata Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu, AKP Murniati, Sabtu (8/8/2020).

Murniati mengatakan pihaknya yang mencari ke rumah Imam juga tidak membuahkan hasil. Ada dugaan Imam lari dari pengejaran kepolisian.

“Iya waktu itu dilakukan pencarian, nggak ditemukan. Apakah dia lari atau apa, kita belum tahu. Tunggu aja prosesnya,” ucapnya.

Imam ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan warga bernama Muhammad Jefry Yono. Surat penangkapan Imam juga sudah keluar.

Dia sebelumnya sempat datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan. Saat diperiksa, Imam masih berstatus saksi.

Imam bersama tiga rekannya kala itu diperiksa polisi pada Kamis (30/7/2020). Seusai pemeriksaan, Imam melenggang meninggalkan markas Polres Labuhanbatu. “Diperiksa sebagai saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikhesit SIK MH.

Imam dijerat dengan Pasal 353 Ayat (2) KUHP dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Lama 7 Tahun Jo Pasal 170 Ayat 2 KUHP yang dapat diancam dengan Pidana Penjara Paling Lama 9 Tahun. Pasal 353 Ayat (2) ”jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah dikenakan Pidana Penjara Paling Lama 7 Tahun“.

Sementara Pasal 170 Ayat (2) berbunyi “Barang Siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, jika kekerasan mengakibatkan luka berat diancam dengan Pidana Penjara Paling Lama Sembilan Tahun“.

Kasus berawal saat korban meminjam sepeda motor Imam Firmadi pada Minggu (28/6/2020) sekitar pukul 14.00 WIB. Malam hari nya, Imam Firmadi menelpon korban untuk menanyakan keberadaan sepeda motor Yamaha Jupiter miliknya yang dipinjam korban.

Korban merasa ketakutan. Ia menginformasikan keberadaanya di Hotel Melati di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Imam bersama tiga orang rekannya menjemput Jefri menggunakan mobil. Korban kemudian dibawa ke Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel.

Tiba di wilayah Desa Gapura, Jefry mengaku dipukuli menggunakan kayu, batu hingga gancu (galah yang berpengait pada ujungnya) oleh keempat tersangka.

Puncak penyiksaan yang dialami korban adalah ketika diseret tersangka ke depan salah satu bengkel. Tersangka mengambil tang untuk menjepit telinga korban. Setelah itu, tang tersebut digunakan untuk mencabut paksa kuku jari kelingking kaki kirinya.

Siksaan terhadap Jefry berakhir ketika warga sekitar berinisiatif membantunya sehingga nyawanya bisa terselamatkan. Jefry kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum di Kota Pinang. Akibat penyiksaan itu, korban sempat mengalami trauma.

Kemudian korban akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Labuhanbatu dengan STPLP/787/VII/2020/SPKT RES-LBH Polres Labuhanbatu pada Kamis (9/7/2020).

You might also like