Ratusan Petani Geruduk Mapolres Labuhanbatu, Minta Rekannya Dibebaskan

Ratusan masyarakat petani menggeruduk Mapolres Labuhanbatu. Mereka meminta rekan mereka (Nanda) yang ditangkap pihak kepolisian atas tuduhan tindak pidana pasal 406 KUHP dan pasal 170, agar segera dibebaskan.

“Kepolisian menganggap bahwa Nanda melakukan pengrusakan. Padahal, yang terjadi adalah tindakan spontanitas akibat anggota KTB yang berada didalam pagar keliling tidak bisa mengakses makanan selama dua hari akibat larangan pihak PT. Tolan Tiga Indonesia (Sipef),” kata Amos yang bertindak sebagai korlap aksi menggunakan pengeras suara, Rabu (5/8/2020).

Ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bersatu (KTB) itu menuding penangkapan rekannya itu adalah upaya kriminalisasi. “Kami menilai polisi melakukan upaya kriminalisasi atas penangkapan dan penahanan rekan kami, Nanda,” jerit Amos.

Kader GMNI itu meminta agar Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat untuk menjumpai ratusan masyarakat petani guna mendengar aspirasi anggota KTB. “Keluarlah pak Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, dengarkan aspirasi kami, agar para masyarakat petani mengenal anda,” ucapnya.

Sekretaris KTB, Suprono menjelaskan kronologis permasalahan lahan masyarakat petani yang dirampas pihak PT. Tolan Tiga Indonesia (Sipef) seluas 1.200 hektar terletak di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

“Kami punya bukti kuat dalam memperjuangkan hak atas tanah kami, yang dimana kami mempunyai dokumen, bukti sejarah, bukti pernyataan BPN tentang luas HGU, peta realisasi kerja, pernyataan naskah land reform, SK Gubernur Sumut tentang hak kepemilikan tanah,” jelasnya.

Setelah hampir dua jam perwakilan mahasiswa yang mengatasnamakan Koalisi Bela Petani Sumatera Utara berorasi, AKBP Agus terlihat mendatangi kerumunan petani yang berada didepan Mapolres dan mempersilahkan petani berkumpul dihalaman Mapolres.

“Silahkan masuk dihalaman Mapolres, kalau dijalan nanti mengganggu arus lalulintas, mana tau ada ambulan membawa orang sakit lewat,” kata AKBP Agus sambil berjalan ke halaman dan disusul ratusan massa petani.

Di hadapan kerumunan para masyarakat itu, AKBP Agus mengatakan agar para pihak harus melakukan langkah-langkah musyawarah, lakukan upaya hukum dan jangan melanggar aturan. “Silahkan saja saudara memperjuangkan hak-hak saudara yang jadi hak saudara,” katanya.

“Permohonan saudara terkait Nanda nanti akan kita pertimbangkan. Nanti akan kita cari solusi terbaik,” ucapnya.

Setelah pertemuan dengan Kapolres, ratusan masyarakat petani tersebut membubarkan dengan tertib dan berencana pada Kamis (6/8/2020) ini akan melakukan aksi di kantor Bupati Labuhanbatu Selatan.

You might also like