PTPN 3 Sei Dadap Terkesan Tak Mampu Hadapi Limbah PT Sintong Abadi

Persoalan limbah PT Sintong Abadi yang mengaliri areal milik PTPN 3 sampai saat ini tak kunjung usai. Padahal, sudah berulangkali pihak perusahaan plat merah tersebut melakukan upaya agar PT Sintong Abadi tidak membuang limbah industri pabrik kelapa sawit (PKS).

Asisten Personalia Kebun PTPN 3 Sei Dadap, Reza mengatakan pihaknya sampai saat belum dapat mengatasi persoalan limbah yang terus menerus mengaliri areal perkebunan sawit milik PTPN 3. Bahkan, beliau berdalih bahwa dirinya masih baru menjabat menjadi APK. “Saya baru menjabat 3 bulan di sini. Persoalan limbah PT Sintong ini akan menjadi PR bagi saya,” ujar Reza saat dikonfirmasi Selasa (4/8/2020).

Reza yang pada saat itu didampingi oleh Kepala Securiti juga mengungkapkan persoalan limbah yang dihadapi PTPN 3 ini tak lepas dari peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara. Sebab, sekitar bulan Mei tahun 2018 silam, pihaknya bertemu dengan PT Sintong Abadi yang difasilitasi oleh DLH Provinsi Sumatera Utara untuk mengatasi persoalan limbah tersebut.

Namun, Reza tidak mengetahui secara rinci hasil pertemuan itu. Akan tetapi ia menyebutkan bahwa pihak PT Sintong Abadi akan membangun fasilitas pipa pembuangan limbah sepanjang 4 km yang sampai saat ini sama sekali belum terealisasi.  “Pihak manajemen PT Sintong berjanji membangun pipa saluran limbah sepanjang 4 km, tapi sampai saat ini gak ada juga dibangun mereka. Kami ini (PTPN 3-red) sebenarnya jadi korban,” ungkap Reza.

Saat disoal tentang kemungkinan aksi sepihak PTPN 3 untuk menutup aliran limbah yang berasal dari PT Sintong Abadi, Reza mengaku pihaknya masih menghargai DLH provinsi. “Kami masih menghargai pihak DLH, karena mereka sebagai mediator dalam masalah ini,” ujar Reza.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah Lingkungan Konservasi Lingkungan Hidup  (LKLH) Kabupaten  Asahan, Rabudi SP mengatakan, pihaknya mensinyalir ada kekuatan besar yang memback-up masalah ini sehingga pihak PT Sintong Abadi dengan leluasa mengalirkan limbahnya ke areal perkebunan sawit  milik PTPN 3.

Rabudi juga menduga adanya kongkalikong antara petinggi PTPN 3 dengan PT Sintong Abadi sehingga masalah limbah masih saja berlarut larut tanpa titik temu yang jelas. ” Kami sudah menyurati pihak PTPN 3, bahkan pimpinan DPRD Asahan untuk menyikapi hal ini, karena kami menilai pihak PTPN terkesan melakukan pembiaran bahkan takut untuk melakukan action sepihak untuk menutup saluran limbah PT Sintong. Ini ada apa? Apa iya perusahaan milik pemerintah bisa takut dengan pihak swasta, kemana hukum negara ini?” tegas Rabudi.

Menurutnya, PT Sintong Abadi sudah melanggar pasal 1 angka 4 undang undang No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sementara kedua belah pihak dapat dikenakan pasal 60 jo pasal 104 undang undang PPLH. “Kami juga akan segera menyurati Menteri BUMN dan juga Presiden RI, agar mengetahui persoalan ini, sehingga siapa saja yang bermain dalam persoalan limbah ini dapat ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

You might also like