Mengaku Impor Mesin Pencetak Uang dari Australia, 3 Penipu Ditangkap

Sat Reskrim Polres Sleman berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan penggandaan uang. Selain mengamankan sejumlah barang bukti, polisi juga mencokok tiga tersangka masing-masing ZAS (42), KAA (26),dan JM (44). Untungnya, para tersangka belum sempat mendapat mangsa.

Semula petugas Sat Reskrim Polres Sleman mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya seseorang yang dapat menggandakan uang. Informasi itu pun ditindaklanjuti. Polisi langsung melakukan patroli cyber.

Selanjutnya, petugas menyaru sebagai konsumen yang ingin menggandakan uangnya. Setelah berhasil melakukan transaksi, petugas kemudian ingin melihat cara produksinya.

Pada kesempatan itu pula, pelaku sempat mengambil video. Tak sampai disitu, petugas kembali melakukan penyamaran untuk melihat proses lebih jauh. Namun pada saat itu, uang tidak dapat keluar, dan pelaku beralasan tinta habis.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah mengatakan pelaku mengaku membeli alat tersebut dari Australia. Dengan alat tersebut, pelaku bisa mencetak uang Rp100.000 atau Rp50.000 hanya dengan memasukan kertas kosong.

“Jadi pelaku ini bisa menggandakan uang dengan alat cetak. Ngakunya uang hasilnya asli. Padahal sebenarnya memang uang asli itu sudah dipasang di alatnya, supaya meyakinkan,” katanya saat jumpa pers di Polres Sleman, Selasa (04/08/2020).

Ia melanjutkan alat tersebut sebenarnya adalah printer biasa yang dimodifikasi sendiri. Namun pelaku mengaku mengimpor alat tersebut dari Australia.

“Belum ada korban, mereka ini masih baru. Baru sekitar tiga bulan ini. Mereka teman berkumpul, kemudian karena desakan ekonomi akhirnya mencari akal,” lanjutnya.

Menurut keterangan pelaku, alat tersebut dibeli dengan harga Rp600.000. “Pergi ke bengkel, membuat bok karaoke, untuk alat kontrol karaoke. Kemudian dimodifikasi sendiri dengan printer,” terangnya.

Ketiga pelaku dijerat pasal 378 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara.

You might also like