Mantan Ketua DPRD Dicokok Saat Nikmati Narkoba Bersama Dua Rekannya

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo periode 2009-2014 berinisial AM (Amin) ditangkap saat mengunakan narkoba. Amin dicokok polisi di kediamannya Jalan Jeruk, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Keterangan diperoleh, Rabu (12/8/2020) dini hari, Amin dibekuk bersama dua rekannya pada Jumat (7/8/2020). Informasi penangkapan itu terkuak setelah Kapolres membebernya ke publik.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro AP dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba Iptu Laode Aswansyah dalam keterangan persnya Senin (11/8/2020), membenarkan bahwa dari proses penyidikan pemeriksaan mantan politisi Golkar Kabupaten Gorontalo adalah penguna aktif narkoba jenis sabu. “Dari pemeriksaan tersangka AM sering mengunakan sabu karena ketagihan,” kata Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro AP dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba AKP Laode Aswansyah.

Lanjut Laode mengatakan dalam penangkapan AM tidak sendiri ada dua rekannya bernama IL, dan AK, dimana keduanya ini merupakan suruhan AM untuk belanja narkoba kepada seseorang yang kini terus diburu tim narkoba Polres Gorontalo Kota. “Pengedarnya sendiri masih kita dalami,” kata AKP Laode Arwansyah.

Diketahui bahwa AM alias Amin ini telah dua kali tertangkap narkoba dan kasusnya sudah memiliki hukum tetap dari Pengadilan. “Kali ini ketiga kalinya ia ditangkap dengan kasus yang sama,” ujar Laode.

Akibat perbuatan AM ini ia dijerat undang-undang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. Kasat menambahkan, saat penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti diantaranya 1 (satu) buah paket plastic kip yang diduga berisi narkotika jenis sabu berat 57,22 milli gram atau 0,5 gram, alat hisab sabu, serta barang bukti lainnya,” paparnya.

AKP La Ode Arwansyah juga menjelaskan berdasarkan keterangan AM barang bukti berupa narkotika shabu tersebut didapatkan dari RS dengan cara dibeli, Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Gorontalo Kota pun langsung melakukan penangkapan kepada RS. “Usai dilakukan penangkapan selanjutnya dilakukan interogasi dimana tersangka RS menerangkan bahwa narkotika sabu tersebut dibeli dengan harga Rp1.100.000  dengan cara patungan bersama-sama dengan AM, RS, NL, dan U yang saat ini masih dalam pengejaran anggota Opsnal Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota,” tukasnya.

You might also like