PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Keuchik Tanjong Ara dan Aparatur akan Tempuh Jalur hukum

Merasa Difitnah dan Terancam dengan Aksi Oknum Pemuda

ACEH UTARA, FORUMKEADILAN.com – Keuchik Gampong (Kepala Desa) Tanjong Ara Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, Mawardi (40) merasa telah difitnah dengan tudingan dan hasutan dari oknum pemuda yang menjadi koordinator aksi unjuk rasa masyarakat terhadap dirinya, sehingga ia bersama aparatur gampong akan melaporkan perkara tersebut kepada pihak kepolisian.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum pemuda tersebut telah mencoreng nama baik gampong dan kewibawaan dirinya selaku kepala pemerintahan, apalagi permasalahan yang mereka tuntut tidak memiliki landasan yang kuat, melainkan ada unsur kebencian dan maksud tersembunyi lainnya dibalik aksi demonstrasi yang berlangsung Jum’at (28/08/2020) malam di menasah gampong setempat.

“Selama ini pengelolaan Dana Desa telah dijalankan sesuai prosedur dan berpedoman pada aturan yang berlaku, bahkan hingga saat ini belum pernah ada temuan apapun dari pihak inspektorat terkait realisasi program, realisasi anggaran dan laporan pertanggungjawaban dana desa selama saya menjabat sebagai keuchik,” katanya Minggu (30/08/2020) yang turut didampingi oleh Sekdes dan Bendahara gampong.

Kata Mawardi, selama ini pihaknya selalu melaporkan LPJ Dana Desa, baik realisasi program maupun realisasi anggaran kepada Tuha Peut selaku perwakilan (representasi) dari seluruh masyarakat gampong. Selain itu, dokumen LPJ tersebut juga disampaikan kepada Camat dan Muspika serta Inspektorat Aceh Utara secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Papan Informasi Realisasi Program Dana Desa.

“Untuk rapat umum, itu bukan sebuah kewajiban yang harus dilakukan, itu hanya kebijakan yang boleh dilakukan bila dianggap perlu, lagi pula setiap item pekerjaan yang dilakukan telah tercantum pada papan nama proyek, dan rincian realisasi anggaran selalu diumumkan pada papan informasi gampong, sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat,’ sebutnya.

Mawardi merasa telah diintimidasi dengan aksi upaya jemput paksa dirinya ke rumah oleh beberapa oknum pemuda pada aksi demo yang lalu, tindakan tersebut telah menimbulkan rasa takut dan trauma bagi keluarganya, terutama anak-anaknya yang masih kecil. Untuk itu dirinya akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

“Rencana aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak ke rumah saya merupakan sebuah tindakan pengancaman dari oknum pemuda terhadap saya dan keluarga, makanya saya berencana melaporkannya kepada pihak berwajib untuk menghindari kejadian buruk dan anarkis yang tidak diinginkan,” ungkap Keuchik Tanjong Ara. (release)

You might also like