Jadi Tersangka Eksploitasi Alam, Warga Desa Jabung Desak Kades Dicopot

Ratusan warga Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Mereka menuntut pencabutan status Kepala Desa Lebak Jabung non aktif, Arif Rahman sebagai tersangka kasus eksploitasi alam.

Dengan mengendarai enam truk dan satu mobil pick up, warga mendatangi kantor Kejari Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (3/8/2020). Tak hanya melakukan orasi, warga juga membentangkan banner berisi tuntutan warga.

Diantaranya, ‘Jika Kepala Desa Kami Arif Rahman dihukum maka semua dihukum’, ‘Kepala Desa Kami Pejuang Sejati’, ‘Kalau Kades Kami Dihentikan Semua Linmas Dibentikan’, ‘Singkirkan Penjajah Lebak Jabung’, ‘Kadeski Nek Dihukum Rakyat Siap Melok Dihukum, Lurahku Nek Dihukum Bubarno Desoku’.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Achmad Yani mengatakan, ada lima tuntutan yang dibawa warga Desa Lebak Jabung ke kantor Kejari Kabupaten Mojokerto. “Cabut izin operasional CV Sumber Rejeki di Desa Lebak Jabung, dua perjelas proses hukum tertutup Gusion Cloyal di Selomalang di Polres Mojokerto,” ungkapnya.

Ketiga, kembalikan Arif Rahman sebagai Kades Lebak Jabung, empat periksa lebih lanjut pelapor yang dianggap telah ingkar terhadap hasil musyawarah pada tahun 2014 tentang Normalisasi Tanah Cianjuran dan kelina yakni tetapkan Kawasan Selomalang sebagai Wilayah Konservasi lingkungan dan menjadikan Desa Lebak Jabung sebagai Desa Wisata.

Usai melakukan orasi, perwakilan warga mendampingi Kades Lebak Jabung non aktif Arif Rahman masuk ke kantor Kejari Kabupaten Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Arif Rahman ditetapkan sebagai tersangka kasus eksploitasi alam sejak tanggal 28 Mei 2020 lalu oleh Kejari Kabupaten Mojokerto

You might also like