Irjen Pol Napoleon Bonaparte Tersangka Baru Kasus Djoko Tjandra

Mabes Polri menetapkan satu jenderal polisi sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi red notice Djoko Tjandra yaitu Irjen Pol Napoleon Bonaparte (NB). Sebelumnya Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo (PU) sudah lebih dulu ditetapkan tersangka.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena menerima hadiah atau imbalan dari Djoko Tjandra (JST) dan Tommy Sumardi (TS). “Dalam kasus tipikor red notice ini ada pemberi dan penerima hadiah. Kami sudah periksa 19 saksi dan kami tetapkan JST dan TS sebagai pemberi dan PU dan NB sebagai penerima,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).

Kemudian, ia melanjutkan telah mengamankan barang bukti berupa uang 2 ribu dolar AS, telepon genggam, laptop dan CCTV. Ia menambahkan JST dan TS dikenakan pasal 5 ayat 1 kemudian pasal 13 UUD nomor 20 2002 tentang Tipikor dan pasal 55 KUHP.

“Sedangkan PU dan NB dikenakan pasal 5 ayat 2 kemudian pasal 11 dan 12 a dan b UUD nomor 20 2002 tentang Tipikor dan pasal 55 KUHP. Ancaman hukuman 5 tahun penjara. Untuk selanjutnya masih diselidiki tentang tipikor red notice ini,” kata dia.

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri melaksanakan gelar perkara terkait kasus surat jalan palsu dan red notice Djoko Tjandra pada hari ini (14/8). “Hari ini kami gelar dua perkara yaitu surat jalan palsu dan red notice Djoko Tjandra. Sudah dimulai tadi pukul 10.00 WIB,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo saat dihubungi Republika.co.id, pagi tadi.

 

Sosok Irjen Pol Napoleon Bonaparte

Irjen Pol Napoleon Bonaparte memulai perjalanannya di Kepolisian saat lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1988.

Pria kelahiran 26 November 1965 memiliki pengalaman di bidang reserse dan sempat menduduki sejumlah jabatan, mulai dari Kepala Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu Polda Sumsel pada 2006, Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda Sumse tahun 2008 dan Direktur Reserse Kriminal Polda DIY Yogyakarta pada 2009.

Dia juga sempat menjabat sebagai Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri pada 2011, setahun kemudian dia menjabat sebagai Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri.

Pada 2015 dia mengemban tugas sebagai Kabag Bindik Dit Akademik Akpol dan sempat menduduki  Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri pada 2016.

Kemudian, pada 2017 dia menduduki jabatan sebagai Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan menjadi Kadiv Hubinter Polri di 2020, namun jabatannya hanya bertahan selama lima bulan saja.

Karena terlibat dalam upaya meloloskan buronan, Irjen Pol. Napoleon Bonaparte dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri. Posisinya digantikan oleh Brigjen Pol Johanis Asadoma yang sebelumnya menjabat Wakapolda Nusa Tenggara Timur.

“Iya (Napoleon dimutasi karena) kelalaian dalam pengawasan staf,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020.

You might also like