Dituduh Tukang Santet, Kuli Pelabuhan Dihabisi Di Atas Kapal

As’ad Wahyudi (35) warga Dusun Masjid, dan Rifai (33), warga Dusun Inpres, keduanya Desa Saobi, Kecamatan/ Pulau Kangayan, Kabupaten Sumenep, tersangka pelaku pembunuhan terhadap Hasyim, warga Dusun Timur Sungai, Desa Saobi, mengaku mengeksekusi korban hingga meninggal, langsung di atas kapal.

“Sebelum membunuh korban, pelaku meminta ABK untuk turun dari kapal. Kemudian pelaku memancing korban dengan memintanya mengangkut barang ke atas kapal. Di atas kapal itulah korban dibunuh,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Darman, Senin (10/08/2020).

Korban ditemukan tergeletak di anjungan kapal kayu, yakni KM Jaya Abadi yang tengah sandar di Pelabuhan Dusun Jembatan, Desa Saobi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tak bernyawa dengan tubuh berlumuran darah penuh luka tusuk di sekujur tubuhnya.

“Berdasarkan informasi dari warga yang sempat berkomunikasi dengan ABK, ABK ini bercerita kalau dia disuruh turun dari kapal oleh dua orang yang ternyata ya tersangka yang akan menghabisi korban,” ujar Kapolres.

Setelah melakukan penyelidikan tentang keberadaan dua tersangka, Kapolsek Kangayan memutuskan untuk meminta bantuan personel dari Polres Sumenep guna menangkap kedua tersangka pelaku. Polres Sumenep pun mengirimkan 7 BKO ke Polsek Kangayan.

“Selain BKO dari Polres, untuk penangkapan terhadap dua tersangka, aparat Polsek Kangayan juga dibantu Koramil Kangean, kemudian Asper KRPH Barat, dan dari Kecamatan Kangayan,” paparnya.

Tim gabungan tersebut kemudian melakukan penyisiran dan penyanggongan ke rumah tersangka Rifai di Dusun Saobi Selatan. Saat dilakukan penangkapan, Rifai menyebut nama As’ad sebagai eksekutor korban.

“Tim gabungan kemudian melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap tersangka As’ad Wahyudi. Saat ditangkap, ia mengakui telah membunuh korban atas permintaan Rifai,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan, tersangka Rifai mengaku membunuh korban karena dendam. Korban diduga telah menyantet keponakan Rifai. Karena itu, Rifai berniat untuk membalas dendam dan meminta tolong As’ad untuk membantu menghabisi korban.

“Kedua tersangka dibawa ke Mapolsek Kangayan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan pasal 338 atau 351 ayat (3) juncto pasal 55 ayat (1) atau 56 ayat (1) dan (2) KUH Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” terangnya.

You might also like