Ditahan Bareskrim Polri, Anita Kolopaking Ajukan Praperadilan

Bareskrim Polri menjelaskan alasan penahanan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking untuk 20 hari ke depan per Sabtu (8/8) ini. Penahanan tersebut didasarkan pada pemeriksaan yang digelar sejak Jumat (7/8) kemarin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Awi Setiyono menjelaskan, selama pemeriksaan ada sekitar 55 pertanyaan yang disampaikan penyidik. Anita melakukan klarifikasi dan melakukan pertanyaan pertanyaan hingga pukul 02.00 WIB diteruskan  membaca ulang berita acara sampai  pukul 04.00 WIB.

“Pertama yang jelas peran yang bersangkutan seperti kemarin kami sampaikan yang bersangkutan selama ini menembatani kepentingnnya Djoko Tjandra dengan surat jalan palsu yang dibuat oleh BJP PU (Prasetijo Utomo),” kata Awi, Sabtu (8/8).

Prasetijo merupakan perwira Polri yang sebelumnya telah ditetapkan tersangka dalam kasus surat palsu Djoko Tjandra. Penahanan terhadap Anita menjadi kewenangan penyidik untuk menahan atau tidak menahan.

Awi menjelaskan, sesuai pasal 21 ayat 1 KUHAP, syarat subjektif penyidik melakukan penahanan ini antara lain pertama agar Anita tidak melarikan diri. Kedua yang bersangkutan tidak mengulangi tindakan pidananya.

“Kemudian ketiga tentunya agar jangan sampai menghilangkan barang bukti,” kata Jenderal bintang satu itu.

Untuk detail pemeriksaannya, Awi mengaku tidak bisa menyampaikan secara rinci. Namun, Awi memastikan bahwa penahanan terhadap Anita ini memang dalam rangka menuntaskan kasus surat jalan Djoko Tjandra yang telah menyeret Brigjen Prasetijo Utomo.

“Bahwasanya selama ini kepentingan Djoko Tjandra untuk masuk ke indonesia, kemudian dibuatkan surat palsu oleh BJP PU itu semua yang jembatani adalah ADK (Anita Dewi Kolopaking),” kata Awi menambahkan.

Bareskrim Polri menahan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking selama dua puluh hari ke depan sejak Sabtu (8/8). Anita diduga berperan menjembatani Djoko Tjandra dan eks Kepala Biro Korwas Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo membuat surat jalan palsu.

“Bahwasanya selama ini kepentingan Djoko Tjandra untuk masuk ke Indonesia, kemudian dibuatkan surat palsu oleh BJP PU itu semua yang jembatani adalah ADK (Anita Dewi Kolopaking),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono dalam konferensi pers, Sabtu (8/8).

Penyidik Bareskrim memeriksa Anita pada Jumat (7/8) hingga Sabtu (8/8) dengan 55 pertanyaan. Dari situ, Awi menjelaskan, penyidik telah menggali peran Anita dalam menjembatani kliennya dengan Prasetijo Utomo.

“Tentunya ini digali penyidik mulai poin per poin, waktu ke waktu. Tentunya waktu kan berjalan kan tidak langsung jadi begitu,” kata Awi.

Setelah pemeriksaan atas Anita, Awi masih belum mau menjelaskan lebih rinci soal rencana penyidik. Ia juga belum bisa membeberkan pihak-pihak yang akan diperiksa.

 

Djoko Tjandra

Tim Advokat Pembela Anita Dewi Kolopaking secara resmi mengajukan gugatan praperadikan terhadap Bareskrim Polri atas ditahannya Anita Dewi Kolopaking kemarin (8/8). Kuasa hukum yakin Anita bersifat kooperatif dan menjamin bahwa Djoko Tjandra saat itu tidak akan melarikan diri.

“Ibu Anita Dewi Kolopaking telah menandatangani Berita Acara Penolakan Penahanan karena tidak terima dengan penahanan yang dilakukan terhadap dirinya dan kami sudah mendaftarkan gugatan praperadilan ke pengadilan negeri terhadap upaya penahanan tersebut,” kata Juru bicara Tim Advokat Pembela Anita Dewi Kolopaking, RM Tito Hananta Kusuma dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (9/8).

Ia melanjutkan seharusnya penahanan terhadap Anita tidak perlu dilakukan. Alasannya Anita bersikap kooperatif. Ia juga menjamin kliennya tidak akan melarikan diri serta tidak menghilangkan barang bukti.

“Tetapi kenapa penahanan tetap dilakukan? Jadi kami melakukan upaya praperadilan untuk menguji penetapan tersangka dan penahanan terhadap Ibu Anita Dewi Kolopaking,” kata dia.

Pengacara Anita Dewi Kolopaking terdiri dari Dr Tommy Sihotang SH LLM,  Dr Tommy Singh Bhil, Dr Halim Darmawan, Andi Putra Kusuma, Pujiwati, Doli Siregar, Titus, RM. Nico Hananto Putra, SH, SE,  Supri Hartono, SH, CLA,  Hasan Basri, SH, MH, Antonius Eko Nugroho, SH

You might also like