Dijerat Delik ITE, Wakil Ketua Kadin Jawa Barat Ditahan

Wakil Ketua Kadin Jawa Barat Dony Mulyana Kurnia yang juga bakal calon bupati Bandung dari Partai Demokrat akhirnya ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar. Penahanan terhadap Dony dilakukan berbarengan dengan pelimpahan berkas tahap dua dari penyidik  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Jabar ke Kejati Jabar.

‘’Yang bersangkutan (Dony) ditahan di Rutan Polda Jabar,’’ kata Kasi  Kasipenkum Kejati Jabar, Abdul Muis Ali, Kamis (6/8).

Dalam kasus ini, kata Muis, tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 atau Pasal 45 a ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Trnasaksi Elektronik  (ITE).

“Karena sudah tahap dua,  maka penyerahan tersangka dan barang bukti fisik. Administrasi penyidikannya di Kejari Kota Bandung dan jaksanya dari Kejati Jabar,” kata dia.

Dony yang tengah mempersiapkan diri dalam ajang pilkada Kabupaten Bandung dilaporkan koleganya di Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana. Kasus ini berawal usai Dony dikeluarkan kepengurusan Kadin Jabar. Pemecatan tersebut disikapi Dony dengan menulis pesan di grup whats app (WA) Kadin Jabar. Isi chat tersebut berisi kalimat Ketua Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana,  memberikan cek kosong kepada pengurus Kadin Daerah dan aset Tatan Pria Sudjana hendak dilelang.

Pesan di WAG tersebut berbuntut panjang. Tatan melaorkan Dony ke polisi dengan nomor LP/B/77/1/Jabar 23 Januari.‎ Salah satu bukti yang dilampirkan yaitu chat Dony di WAG. Direktorat Reserse Kriminal Khusus kemudian melakukan penyidikan dan akhirnya menetakan Dony sebagai tersangka. Namun selama proses di polisi  tersangka tak ditahan. Baru setelah dilakukan penyerahan tahap dua, tersangka ditahan oleh jaksa.

Menanggai penahanan dirinya, Dony mengatakan akan membuktikan dirinya tidak bersalah.  “Hari ini pelimpahan penyidikan dari polisike Kejari Kota Bandung. Terkait dugaan pelanggaran ITE yang dituduhkan pada saya, akan saya buktikan kebenarannya di pengadilan,” kata Dony dalam keterangan tertulisnya.

Dony menyampaikan terima kasih kepada penyidik Polda Jabar yang  tidak menahan selama proses penyidikan karena pasal yang disangkakan pada dirinya, ancaman hukumannya dibawah lima tahun.

“Saya akan kooperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti. Kalau seandainya saya ditahan, dasar hukumnya apa?,” ujar dia.

Sebelum ditahan, Dony sempat melaporkan dugaan penyalahgunaan dana hibah dari APBD Jabar yang diterima Kadin Jabar sebesar Rp 1,7 miliar. Laporan tersebut ditujukan ke ke Kejati Jabar. Ia mengatakan, dana hibah itu digunakan untuk ongkos perjalanan  lima pengurus  Kadin Jabar saat studi banding ke Jepang bersama Gubernur Jabar.

‘’Harusnya studi banding cuku satu orang,’’ kata dia dalam laporannya.

You might also like