Dicecar 55 Pertanyaan, Polisi Dalami Peran Anita Kolopaking dalam Surat Palsu Djoko Tjandra

Anita Kolopaking resmi menjadi tahanan terkait kasus surat jalan di Rutan Bareskrim Polri selama 20 hari ke depan, terhitung mulai Sabtu 8 Agustus 2020. Penyidik pun mendalami peran pengacara Djoko Tjandra itu dalam perkara tersebut, termasuk saat berhubungan dengan tersangka lain yakni Brigjen Prasetijo Utomo.

“Menjembatani ini dalam hal apa saja, tentunya ini digali penyidik mulai poin per poin, waktu ke waktu. Tentunya waktu kan berjalan kan tidak langsung jadi begitu,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2020) malam.

Menurut Awi, pihaknya mencecar sekitar 55 pertanyaan saat pemeriksaan Anita Kolopaking dengan statusnya sebagai tersangka. Termasuk terkait peranannya dalam membantu pelarian Djoko Tjandra. “Ya seputar pelarian juga yang bersangkutan,” jelas dia.

Awi masih belum membuka detail temuan adanya pihak lain yang terlibat kasus surat jalan tersebut lantaran merupakan bagian dari kerahasiaan penyidikan. Sementara itu, tidak menutup kemungkinan Djoko Tjandra akan turut menjalani pemeriksaan atas perkara tersebut.

“Karena memang ini kan semuanya kan terkait,” Awi menandaskan.

Semenara Tim Pembela Anita Kolopaking resmi mengajukan gugatan praperadilan terhadap Bareskrim Polri atas penahanan kliennya.

Juru bicara Tim Advokat Pembela Anita Kolopaking, RM Tito Hananta menyatakan, pihaknya keberatan dengan penahanan terhadap kliennya yang dilakukan penyidik Bareskrim Polri.

“Anita Kolopaking telah menandatangani berita acara penolakan penahanan karena tidak terima dengan penahanan yang dilakukan terhadap dirinya, dan kami sudah mendaftarkan gugatan praperadilan ke pengadilan negeri terhadap upaya penahanan tersebut,” kata Tito.

Dijelaskannya, penahanan tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan karena Anita Kolopaking kooperatif. Tim Penasihat hukum menjamin bahwa kliennya tidak akan melarikan diri serta tidak menghilangkan barang bukti.

“Tetapi kenapa penahanan tetap dilakukan? Jadi kami praperadilan untuk menguji penetapan tersangka dan penahanan terhadap Ibu Anita Dewi Kolopaking,” ujar Tito.

Anita Kolopaking ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Mabes Polri selama 20 hari mulai dari Sabtu, 8 Agustus 2020.

“Sesuai dengan pasal 21 ayat 1 KUHP, pertimbangan penyidik sebagai syarat subjektif adalah agar yang bersangkutan tidak melarikan diri,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setyono di Jakarta, Sabtu, (8/8/2020).

Selain itu, polisi khawatir apabila yang bersangkutan turut menghilangkan barang bukti dalam upaya membongkar kasus pembuatan surat jalan palsu dan surat keterangan bebas Covid-19 untuk Djoko Tjandra yang juga melibatkan Brigjen Prasetyo.

“Supaya yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya tindak pidana dan tentu agar tak menghilangkan barang bukti,” tutur Awi.

You might also like