Anggota DPRD Sumut Diperas, Berawal Sering Mengirim Foto-Foto Tak Senonoh

Tiga pemuda yakni JN, PB, dan RA melakukan pemerasan terhadap anggota DPRD Sumatera Utara. Ketiganya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumut.

Awal mulanya para pelaku yang memalsukan identitas sebagai anggota polisi, berteman dengan korban melalui sosial media. Setelah berteman, ber-chatting dan berkomunikasi lebih lanjut, para pelaku mulai mengirim foto tak senonoh.

“Jadi mereka berteman hanya melalui sosial media. Setelah menjalin pertemanan, para pelaku perlahan mulai melancarkan aksinya dengan mengirim foto-foto,” sebut Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Kamis (6/8/2020).

Setelah mengirim foto, lanjut MP Nainggolan, ketiganya mulai melakukan pengancaman.

“Jadi setelah foto tak senonoh dikirim ke korban, pelaku ini mulai menjalankan aksinya dengan mengancam korban dengan tujuan melakukan pemerasan,” ungkapnya.

Korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Ditresrkimsus Polda Sumut, beberapa waktu lalu. Petugas pun melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus pemerasan yang terjadi melalui medsos tersebut.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjelaskan, awalnya seorang anggota DPRD Sumut melaporkan ke Dit Reskrimsus Polda Sumut karena telah ditipu dan diperas melalui medsos dengan akun seorang anggota Polri berpangkat AKBP Eligius Fernatubun.

“Setelah menerima laporan itu, kemudian Tim Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut, bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap akun media sosial tersebut,” katanya.

Lanjut Nainggolan, dari hasil pemeriksaan ternyata akun media sosial AKBP Eligius Fernatubun adalah bodong atau tidak benar.

Setelah diketahui akun medsos itu bodong, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ketiga pelaku di daerah Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau,” ungkapnya.

Dari pengakukan para pelaku, ketiganya telah menerima uang hasil kejahatan melalui bukti transfer dari korban anggota DPRD tersebut.

Saat dilakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku, polisi menyita barang bukti device berupa handphone android yang dipergunakan para pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Ketiga tersangka telah ditahan di Dit Reskrimsus Poldasu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terancam hukuman di atas 6 tahun penjara,” pungkasnya.

You might also like