Walikota Lhokseumawe Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Suaidi Yahya Sebut Sofyan 'Hitam' Provokator dan Calon Walikota Gagal

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

LHOKSEUMAWE, FORUMKEADILAN.COM – Diduga telah mencemarkan nama baik dan menyampaikan ujaran kebencian (penghinaan), Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, dilaporkan ke polisi oleh seorang warga bernama Sofyan (37) yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Inpres Lhokseumawe.

Didampingi oleh kuasa hukumnya dari Kantor Advokat M. Teguh Pribadi SH & Partner, Sofyan mendaftarkan laporannya ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lhokseumawe, Senin (13/07/2020) sekira Pukul 11.30 WIB.

M. Teguh Pribadi SH selaku penerima kuasa dari Sofyan, mengatakan pihaknya melaporkan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap kliennya.

Sebut Teguh, Suaidi Yahya menuding kliennya sebagai provokator yang telah mempengaruhi para pedagang pasar inpres untuk melakukan demontrasi ke Kantor Walikota Lhokseumawe pada Senin 16 September 2019 lalu.

Tambahnya lagi, Statement itu diucapkan oleh Suaidi Yahya di dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang berlangsung Rabu (8/7/2020) sore di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe.

“Hari ini saya selaku kuasa hukum dari saudara Sofyan, melaporkan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik karena menyebut klien saya sebagai provokator,” ujar M. Teguh Pribadi.

Kepada para wartawan, M. Teguh memperlihatkan tanda bukti bahwa laporan kliennya telah diterima oleh pihak kepolisian dengan Nomor : 213/VII/2020/Aceh/Res Lsmw yang ditandatangani oleh Kanit “A” SPKT AIPDA Fahrul. “Alhamdulillah laporannya tadi sudah diterima oleh bagian SPKT,” ungkapnya.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi, saat dikonfirmasi terkait perihal ini mengatakan, pihak Polres Lhokseumawe sudah menerima laporan tersebut, dan untuk langkah berikutnya penyidik menunggu arahan dari pimpinan.

“Pada dasarnya polres sudah menerima laporan tersebut, namun untuk langkah selanjutnya, penyidik menunggu arahan dari pimpinan,” ungkap Salman Alfarisi.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

MENGAKU LAPORANNYA SEMPAT TIDAK DIPROSES

Sofyan (37) memperlihat alat bukti sebagai dasar ia melaporkan Walikota Lhokseumawe ke polisi.

Sebelumnya, Sofyan sendiri tanpa didampingi kuasa hukum telah mencoba mendaftarkan laporannya ke SPKT Polres Lhokseumawe, Jumat (10/07/2020) sekira Pukul 15.00 WIB.

Namun kata Sofyan, saat itu laporannya belum bisa diproses karena pihak SPKT harus meminta arahan dari atasan mereka (Kasat Reskrim) yang sedang dinas di luar kota, kemudian pihak kepolisian juga menyasarankan untuk dilakukan komunikasi secara baik-baik dengan pihak Pemko Lhokseumawe untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Saat itu, laporan saya belum bisa diproses oleh petugas SPKT Polres Lhokseumawe karena harus menunggu keputusan atasan (Kasat), karena mengingat yang saya laporkan adalah pejabat publik, sehingga disarankan untuk dilakukan komunikasi terlebih dahulu secara baik-baik,” ucap Sofyan.

Ia merasa dirugikan atas pernyataan dari Walikota Lhokseumawe yang menyebut dirinya sebagai provokator yang mempengaruhi para pedagang pada saat melakukan unjuk rasa memprotes praktik pengutipan liar dengan jumlah yang tidak wajar oleh petugas pasar sehingga dirasa memberatkan para pedagang

Selain itu, Sofyan juga merasa telah dihina oleh orang nomor satu Kota Lhokseumawe itu karena menyebut dirinya dengan nama ‘Sofyan Hitam’ dan calon walikota gagal. Menurutnya panggilan hitam mengandung unsur rasis dan penghinaan terhadap dirinya.

POLRES BANTAH TOLAK PROSES LAPORAN WARGA

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH, membantah menolak laporan salah seorang warga bernama Sofyan yang dituding oleh Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya sebagai provokator dalam aksi demo para pedagang dan mahasiswa yang terjadi 16 September 2019 lalu.

Saat dikonfirmasi, Jum’at (10/7/2020) malam, kapolres membantah bahwa pihaknya telah menolak laporan warga atas nama Sofyan, malah menurutnya setiap laporan yang masuk akan diterima, tetapi memang sebelum laporan dibuat, sebaiknya dikonseling terlebih dahulu.

“Sejak awal kita berkomitmen terhadap proses penegakan supremasi hukum, semua sama di mata hukum, tidak ada istilah tebang pilih.” tukas AKBP Eko Hartanto yang baru menjabat sebagai Kapolres Lhokseumawe sejak 18 Mei 2020 lalu. (TIM)

You might also like