Usai Menetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Di Dua Perusahaan BUMN, Ranu Mihardja Diganti

Pangkalpinang, Forumkeadilan.com —  Meski baru 7 bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bangka Belitung (Babel), Ranu Miharja SH, MH telah menggoreskan prestasi yang layak untuk diapresiasi. Yakni keberaniannya untuk menetapkan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi di dua BUMN.

Namun sayangnya, langkah menetapkan tersangka dua kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tepatnya dihari HBA Ke 60 belum lama ini membawa Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ranu Mihardja kembali Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dari informasi yang didapat, Ranu Mihardja akan menduduki jabatan barunya sebagai Inspektur I pada Jaksa Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung sedangkan jabatan Kajati Babel akan dijabat oleh I Made Suarmawan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakajati Jawa Timur Surabaya.

Sayangnya, Kajati Babel, Ranu Miharja saat dikonfirmasi terkait penarikan dirinya ke Kejagung, justru mengarahkan media ini untuk konfirmasi ke Kasi Penkum.

“Ke Kasi Penkum saja,” katanya singkat, via WA, Rabu (29/7/20).

Terpisah, kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel Basuki Rahardjo membenarkan jika pimpinannya mendapat jabatan baru di Kejagung RI.

” Iya Benar,” kata Basuki saat dikonfirmasi terkait mutasi Kajati Babel  melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/20).

Menurutnya, beberapa capaian prestasi selama menjabat sebagai Kajati Babel Ranu Mihadja mendapat promosi jabatan di Kejagung.

” Karena Prestasi yang sudah dicapai beliau dipromosi Ke Kejagung,” ujar Basuki.

Disinggung soal kemungkinan ada kaitannya dengan penetapan tersangka dua kasus Tipikor sehingga Kajati Babel Ranu Mihardja dimutasi ke Kejagung, Basuki menegaskan jika mutasi pimpinannya tidak ada kaitannya dengan penetapan tersangka pada dua kasus tipikor tersebut.

” TIdak ada kaitannya dengan penetapan tersangka dua kasus tipikor, mutasi itu lumrah,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Rabu (22/7/20) lalu, resmi menetapkan 5 (lima) orang tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi yakni kasus dugaan korupsi pembelian bijih timah kadar rendah (Terak) di tubuh PT Timah dan kasus dugaan Korupsi Bank BRI Pangkalpinang.

Ke 5 orang tersangka masing masing 3 diantaranya terkait dengan kasus dugaan Tipikor pembelian bijih timah kadar rendah (Terak) berinisial As, T dan A sedangkan 2 orang tersangka lainya terkait dengan kasus dugaan korupsi Bank BRI Pangkalpinang berinisial D dan S.

Demikian disampaikan Kajati Babel Ranu Mihardja dalam Jumpa persnya dengan wartawan di ruang media center kantor Kejati Babel, Rabu (22/7/20).

Dikatakannya, untuk dua kasus dugaan Tipikor yang sudah hampir 1 bulan dilakukan penyidikan oleh penyidik, tepatnya hari ini kasus dugaan korupsi itu resmi ditetapkan sebagai tersangka.

” Sudah hampir satu bulan dilakukan penyidikan dan hari ini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan diduga melakukan korupsi serta bekerja tidak sesuai dengan SOP,” ungkap Ranu Mihardja.

Dikatakannya, meskipun hari ini bertepatan dengan hari bakti adhyaksa (HBA), penetapan ke 5 (lima) orang tersangka bukan sebagai kado HBA.

” Bukan kado HBA, kalau kado HBA ya harus ada taget,” ucapnya. (Rom)

 

You might also like