Unjukrasa Tolak RUU HIP, Seorang Demomstran Jadi Tersangka

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Polisi telah menetapkan satu dari 20 orang yang diamankan terkait kericuhan di depan Gedung DPR/MPR RI pasca aksi demo tolak RUU HIP dan RUU Ciptaker Omnibus Law, Kamis (17/7) lalu sebagai tersangka. Satu orang itu terbukti sebagai pelaku yang melempar anggota kepolisian yang bertugas di lokasi demo dengan batu dan botol air mineral.

“Dia terkait pelemparan ke polisi,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (18/7).

Meski demikian, Yusri belum merinci identitas tersangka. Dia menuturkan, sebagian besar orang yang diamankan itu berstatus pelajar dan pengangguran.

Hingga kini, menurut Yusri, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peran dan motif tersangka terkait kericuhan tersebut. Sementara itu, 19 orang lainnya telah dipulangkan.

“Memang rata-rata mereka ini pelajar dan pengangguran sih ya. Jadi ini orang-orang penyusup,” ujar Yusri.

Sejumlah elemen masyarakat menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Kamis (16/7). Mereka menuntut pencabutan Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan penghentian pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Kericuhan sempat terjadi yang diduga dilakukan oleh sejumlah orang pada sore hari menjelang aksi demo dibubarkan. Dalam video yang beredar di media sosial, massa aksi melakukan pembakaran ban dan pelemparan botol.

Selain itu, sebuah video viral juga memperlihatkan seorang anggota polisi lalu lintas (polantas) yang tengah berdiri di pinggir Jalan Tol dilempar oleh sejumlah orang tidak dikenal. Polantas itu dilaporkan tidak mengalami luka.

Sebelumnya, demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (16/7) sempat diwarnai aksi kericuhan pada malam hari. Polisi pun mengamankan 20 orang terkait insiden tersebut.

“Ada (massa yang diamankan), ada. Kalau totalnya ada 20 orang cuma kebanyakan anak-anak sih,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi, Jumat (17/7).

Tubagus menyebut, mereka bukanlah peserta aksi demo. Mereka diduga merupakan penyusup yang sengaja ingin merusuh. Mereka diamankan diketahui melakukan pelemparan guna memancing keonaran. Kebanyakan dari mereka masih dibawah umur alias anak-anak.

“Mereka perusuh. Ada yang anak-anak juga. Masih dibawah usia ya. Tapi, yang jelas itu bukan dari bagian buruh, bukan dari bagian mahasiswa, bukan pula juga dari kelompok yang menolak HIP itu loh ya,” papar dia.

Sejumlah elemen masyarakat menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Kamis (16/7). Mereka menuntut pencabutan Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan menghentikan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

You might also like