Sebut Santri Penghapal Alqur’an “Calon Teroris”, Denny Siregar Harus Diproses Hukum

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pegiat media sosial, Denny Siregar, harus diproses hukum karena dengan sengaja memposting foto dan tulisan para santri penghafal Alquran atau Tahfidz Alquran Daarul Ilmi di akun media sosial berjudul “Adek2ku Calon Teroris Yang Abang Sayang” pada 27 Juni 2020.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian diminta untuk tidak tebang pilih atas pelaporan. Ini lantaran sudah berulang kali Denny Siregar membuat kicauan yang menyinggung kelompok tertentu dan tidak diproses hukum.

“Jadi saya pikir, saya sudah tidak terlalu sudah skeptis terhadap hal itu, dan saya merasa bahwa gak ada yang bisa diharapkan lah,” ucap Analis politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/7).

Namun demikian, Geradi berharap dugaannya itu salah. Dia ingin penegak hukum benar-benar mempidanakan Denny Siregar.

Dia mengingatkan bahwa banyak orang yang telah melakukan hal serupa Denny Siregar dan telah dipidana. Contohnya adalah pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani yang dipidana usai mengunggah tulisan di media sosial.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

“Ahmad Dhani dulu, hanya mengetwit satu kalimat, yang menurut saya itu karet, tapi akhirnya kena penjara berapa tahun. Tapi Denny ini tuh nggak pernah dipenjara. Jadi kalau Dhani dipenjarakan, Denny juga harus dipenjarakan, jadi jangan tebang pilih,” terang Geradi.

Menurutnya, jika Denny Siregar tidak diproses secara hukum, maka akan menimbulkan anggapan bahwa yang bersangkutan masih menguntungkan secara politik bagi penguasa.

“Tapi kalau sudah dianggap tidak menguntungkan dan terlalu jadi beban secara politik, ya mungkin saja Denny akan dipidanakan,” pungkasnya.

Terkait pelaporan tersebut, Denny menyatakan tidak melakukan penghinaan. Dia juga mengatakan foto tersebut dipakai sebagai ilustrasi.

“Nggak ada penghinaan. Di tulisan, saya sudah memberikan keterangan: Foto hanya ilustrasi. Saya juga tidak spesifik menyebut itu santri dari mana,” kata Denny kepada wartawan. Denny menjawab pertanyaan ini pada 2 Juli 2020 seperti dikutip dari media online radamuhu.com.

Denny menanggapi datar terkait pelaporan tersebut. “Ya laporkan saja. Seperti biasa,” ujar Denny.

Sebelumnya diberitakan, Forum Mujahid Tasikmalaya melaporkan Denny Siregar ke Polres Tasikmalaya.

You might also like