Plh Sekda Boalemo Terancam Hukuman Di Atas 5 Tahun Penjara

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 yang menjerat Plh Sekda Boalemo, Sofyan Hasan, mulai bergulir ke Pengadilan Tipikor Kota Gorontalo, Senin (13//7/2020). Sofyan yang didakwa bersama Danar Bata, seorang ASN Dinas Pertanian, terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

Saat diwawancarai, Sahwal Selaku Jaksa Penuntut Umum mengatakan, dakwaan yang disangkakan kepada Sofyan Hasan dan Danar Bata disusun secara gabungan antara subsider dan alternatif dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

“Yang bersangkutan disangkakan dengan Pasal 2, kemudian subsider Pasal 3, dan kita Alternatifkan Pasal 12 Undang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” ujar Sahwal.

Dia mengatakan, kegiatan yang didakwakan sendiri merupakan kegiatan pekerjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pertanian Tahun 2018 dengan total anggaran keseluruhan sebesar Rp 2.759.159.000.

” Jadi kasus ini adalah pekerjaan DAK di Dinas Pertanian, yang terbagi dalam beberapa kegiatan, yakni kegiatan pembangunan irigasi tanah dangkal dengan anggaran Rp 100.000.000 sebanyak 14 paket, embung dilaksanakan 6 paket, yang perpaketnya Rp 120.000.000 dan dam parit di 3 lokasi pekerjaan sebesar Rp 150.000.000 perpaket,” tegasnya.

You might also like