Pemimpin Serikat Guru Yordania Ditangkap Dengan Tuduhan Menghasut

Pemimpin serikat guru di Yordania ditangkap pasukan keamanan negeri itu. Mereka menuntut para guru tersebut dengan pasal penghasutan. Demikian dilaporkan voaindonesia.com Minggu (26/7/2020).

Pasukan keamanan Yordania menangkap para pemimpin serikat guru yang dikelola oposisi pada Sabtu (25/7), menggerebek kantornya dan menutupnya selama dua tahun. Hal itu meningkatkan konfrontasi dengan kelompok yang telah menjadi sumber utama pembangkangan.

Jaksa menuntut Nasser Nawasreh, pejabat Kepala Sindikat Guru Yordania dengan pasal penghasutan. Nawasreh berpidato kepada para pendukungnya, Rabu lalu (22/7), mengkritisi pemerintahan Perdana Menteri Omar al Razzaz. Media pemerintah mengatakan tuduhan lainnya terkait dugaan pelanggaran keuangan dan administratif.

Polisi anti huru-hara dikerahkan pada Sabtu (25/7) di ibu kota dan di tempat lain dimana para aktivis guru akan mengadakan protes. Pasukan keamanan menggerebek markas serikat itu di kota Karak.

Oposisi politik seringkali terpinggirkan di Yordania, tapi protes-protes telah meningkat dalam beberapa tahun belakangan terkait berkurangnya standar kehidupan, korupsi dan lambannya reformasi politik.

Penindakan tegas terhadap serikat itu, Sabtu (25/7), “hanya akan semakin meningkatkan ketegangan politik oleh pemerintah pada masa ketika rakyat tercekik akibat kondisi ekonomi yang saulit,” kata Murad Adailah, Kepala Front Aksi Islami, partai oposisi terbesar.

Serikat beranggotakan 100 ribu orang itu melakukan aksi mogok pada tahun lalu dan menutup sekolah-sekolah di seluruh Yordania selama sebulan. Peristiwa tersebut merupakan salah satu aksi mogok sektor publik terlama dan paling mengusik dalam sejarah negara itu.

You might also like