Pemilik PS Store Resmi Jadi Tahanan Kota

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur resmi menetapkan Putra Siregar (PS) pemilik PS Store menjadi tahanan kota. PS merupakan tersangka impor ilegal 191 handphone (HP) yang perkaranya diungkap Bea dan Cukai Jakarta.

“Saat ini tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari, yaitu penahanan kota, di rumahnya,” kata Kasi Intel Kejari Jaktim Ady Wira Bhakti, Selasa (28/7/2020).

Sejauh ini berkas dakwaan perkara bos PS Store sedang disusun oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Nantinya jika sudah selesai akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk segera disidangkan.

Diketahui, Kejari Jakarta Timur menerima pelimpahan tahap II berkas bos PS Store, PS, dari penyidik PPNS dari kantor wilayah Bea dan Cukai Jakarta pada 23 Juli.

Ady menyebut barang bukti yang disita dari tersangka sebanyak 191 handphone dengan beragam jenis tipe dan merk dari hasil impor illegal dari Batam. “Yang jelas barang buktinya itu 191 HP. Hp-nya banyak banget kurang lebih ada 63 tipe jenis kalau nggak salah, Sony, Apple, Sharp kan banyak tipe-tipenya,” ujarnya.

Terhadap tersangka PS disangkakan Pasal 103 huruf d UU nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan.

Sebelumnya diberitakan, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta berhasil menyita 190 handphone ilegal senilai Rp 61,3 juta. Seluruh HP sitaan ini milik PS yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Penyerahan barang bukti dan tersangka ini dilakukan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan.

Penyerahan barang bukti beserta tersangka ini diumumkan oleh akun Instagram @bckanwiljakarta, Selasa (28/7/2020). Sebagai informasi PS merupakan pemilik PS Store.

Pada hari Kamis (23/7/2020), Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta telah melakukan tahap II yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas penyidikan tindak pidana kepabeanan.

“Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 handphone bekas berbagai merek dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-,” tulis akun @bckanwiljakarta.

You might also like