Najib Razak Divonis Bersalah, Tapi Hukumannya Belum Ditentukan

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan korupsi terkait perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Namun, hukuman terhadap Najib belum ditentukan karena masih dibahas lebih lanjut oleh pengadilan.

Associated Press, Selasa (28/7/2020), melansir penjatuhan putusan bersalah dalam kasus korupsi terkait 1MDB ini merupakan salah satu dari total lima kasus berbeda dan terpisah yang menjerat Najib (total ada 42 dakwaan yang menjerat Najib dalam kasus-kasusnya). Kasus ini pada utamanya menyangkut penyelewengan dana SRC International, anak perusahaan 1MDB.

Dalam kasus ini, Najib dijerat tujuh dakwaan korupsi yang terdiri atas satu dakwaan penyalahgunaan wewenang, tiga dakwaan pelanggaran kepercayaan, dan tiga dakwaan pencucian uang. Semua dakwaan itu menyangkut dana sebesar 42 juta Ringgit yang diduga diselewengkan dari SRC International.

“Saya menyatakan terdakwa bersalah dan menghukum terdakwa atas seluruh tujuh dakwaan,” ucap hakim Mohamad Nazlan Ghazali dalam putusannya. Pembacaan putusan terhadap Najib memakan waktu sekitar dua jam.

Dalam sidang putusan ini, hakim Mohamad Nazlan menyatakan Najib gagal dalam argumen pembelaannya, sedangkan jaksa penuntut mampu memberikan argumen beralasan bahwa Najib telah menyalahgunakan uang negara untuk kepentingan pribadi.

Sidang kasus terkait SRC International ini dimulai sejak April 2019 lalu. Najib dijerat tujuh dakwaan terkait transfer dana sebesar 42 juta Ringgit dari SRC International ke sejumlah rekening pribadinya melalui beberapa perusahaan perantara.

Najib didakwa memanfaatkan jabatannya untuk menerima suap karena menyetujui jaminan pemerintah senilai miliaran Ringgit dalam bentuk pinjaman kepada SRC International. Tindakannya ini mengarah pada dakwaan pelanggaran kepercayaan publik dan dakwaan menerima hasil dari aktivitas melanggar hukum.

Bukti yang dihadirkan dalam sidang menunjukkan jejak uang yang kompleks melalui sejumlah rekening yang digunakan untuk membiayai renovasi rumah Najib, sejumlah pembelian dengan kartu kredit termasuk pembelian sebuah jam tangan mewah merek Chanel di Hawaii sebagai hadiah ulang tahun untuk istri Najib dan berbagai pengeluaran untuk partai-partai politik di Malaysia.

You might also like