Menkumham Saja Tak Tahu Bagaimana Djoko Tjandra Bisa Masuk Ke Indonesia

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly memastikan kedatangan Djoko Tjandra tak terekam dalam data perlintasan sistem keimigrasian. Namun, ia mengaku tak tahu  bagaimana Djoko Tjandra bisa masuk ke Indonsia.

“Tentang Djoko Tjandra, Kejaksaan sedang memburu, kami bekerja sama. Kemarin ada informasi masuk di Indonesia, kami cek data perlintasan sama sekali tidak ada. Jadi ini, bagaimana caranya dia datang? Apakah dia sebenarnya datang itu? Biar jadi penelitian selanjutnya,” kata Yasonna di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7).

Yasonna memastikan pihaknya akan tetap melakukan berbagai upaya hukum dalam memburu Djoko Tjandra. Kemenkumham bekerja sama dengan institusi terkait dalam perburuan Djoko Tjandra.

“Kami akan tetap melakukan upaya hukum,” ucapnya.

Namun, lanjut Yasonna, lantaran Djoko Tjandra yang memiliki kewarganegaraan Papua Nugini, sehingga  tidak bisa dapat ditangkap saat berada di luar Indonesia. “Dulu waktu di PNG tentunya karena warga negara sana tidak kami lakukan, tidak mendapat green light, kami tidak bisa paksa kalau di negara orang. Kami harus melakukan pendekatan-pendekatan hukum untuk sampai di sana,” terangnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengatakan, empat institusi akan bahu-membahu dalam melakukan penangkapan terhadap Djoko Tjandra. Menurut dia, negara akan malu jika dipermainkan oleh buronan kelas kakap tersebut.

“Karena bagaimana pun malu negara ini kalau dipermainkan oleh Djoko Tjandra. Kepolisian kita yang hebat masak ndak bisa nangkap, kejagung yang hebat seperti itu masak ndak bisa nangkap,” ujar Mahfud usai menggelar pertemuan bersama pihak terkait di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (8/7) malam.

Mahfud menuturkan, setelah berbicara dengan para ahli ia menilai semestinya pengejaran terhadap Djoko Tjandra merupakan persoalan sepele bagi Polri dan Kejakgung. Menurutnya, seharusnya aparat penegak hukum dapat dengan mudah mengendus keberadaannya.  Karena itu, kata dia, akan keterlaluan jika Polri maupun Kejakgung tak bisa melakukannya.

You might also like