Menkop Teten: Koperasi Penyelamat Ekonomi Saat Krisis

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengakui, meski pandemi Corona menghantam kinerja koperasi, namun di saat krisis, koperasi justru dinilai menjadi penyelamat baik bagi anggota maupun dalam kontribusi terhadap ekonomi nasional secara keseluruhan.

 

Hal itu karena semangat gotong royong yang ditanamkan dalam lingkungan koperasi bahkan dalam menanggung beban ekonomi yang diakibatkan dampak pandemi.

 

“Koperasi tidak hanya bermanfaat di kondisi normal, tapi di tengah krisis, sudah menjadi penyelamat bagi anggota dan ekonomi nasional. Gotong royong, tenggang rasa, senasib sepenanggungan. Ini perlu diingatkan, karena pemerintah tidak bisa sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” ujar Teten dalam seminar virtual sekaligus memperingati Hari Koperasi Nasional, Minggu (12/7/2020).

 

Dampak pandemi tidak membuat pelaku usaha anggota koperasi patah semangat. Sebagai contoh, para pelaku usaha di koperasi susu di Bogor, Jawa Barat, yang kehilangan produksi susu bulanan dari 12 ton per bulan menjadi 8 ton saja per bulan.

 

“Tapi karena berkoperasi, penurunan ini tidak terasa, karena risiko penurunan produksi dipegang bersama oleh seluruh anggota. Anggota koperasi tidak menunjukkan patah semangat, mereka merasa karena koperasi bisa menghadapi keadaan ini,” ujar dia.

 

Teten beserta jajarannya akan terus mendorong penyaluran pembiayaan dan memberikan relaksasi kepada koperasi, apalagi koperasi sangat dekat dengan masyarakat terutama UMKM. Lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), para pelaku usaha bisa mendapatkan keringanan pembayaran cicilan dan bahkan mendapatkan cicilan baru jika memang benar-benar dibutuhkan.

 

“Kami juga ingin menguatkan LPDB diharapkan bisa menjadi lembaga penyalur dana ke UMKM dengan skema yang murah dan dapat menguatkan UMKM,” tuturnya.

You might also like