Ingin Membunuh Tikus Dengan Jebakan Listrik, Tapi Malah Orang Yang Terkapar

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Jebakan listrik untuk tikus kembali menelan korban di Gresik. Kali ini, korban menimpa Khamim Tohari (24) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu yang ditemukan tewas tersengat jebakan listrik tikus.

Korban tewas dengan kondisi memegang kawat listrik untuk jebakan tikus di lahan sawah di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu.

Kapolsek Sidayu AKP Achmad Said melalui Kanit Reskrim Polsek Sidayu Aiptu Aziz menuturkan pria yang sehari-hari bekerja menggarap sawah itu pertama kali ditemukan oleh kakaknya Mariyono (27) di area persawahan milik Nurikan.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan tewas telentang di pematang sawah. Sambil memegang kabel listrik yang dipergunakan oleh warga untuk mengusir tikus yang mengganggu tanaman padi petani,” tuturnya, Selasa (7/07/2020).

Sebelum ditemukan tewas, malamnya korban diketahui keluar rumah. Namun, tidak kembali lagi. Melihat hal itu, kakaknya mencoba mencari korban di sawah. Dari informasi yang dihimpun, rutinitas keseharian korban ketika keluar rumah adalah ke sawah.

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke Kepala Desa Sukorejo yang kemudian melanjutkannya ke Polsek Sidayu. Petugas yang datang ke TKP kemudian berkordinasi dengan pihak Puskesmas Kecamatan Sidayu. Untuk kemudian melakukan visum luar. “Berdasarkan pemeriksaan dan keterangan dari pihak medis tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan,” ujar Abdul Aziz.

Sebelumnya Warga Gresik juga tewas tersengat listrik jebakan tikus. Kali ini, kejadian itu menimpa Asan (70), warga asal Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik. Petani yang berusia lanjut itu, terbujur kaku di pematang sawah usai tersengat listrik jebakan tikus.

Kapolsek Cerme, AKP Nur Amin membenarkan peristiwa maut tersebut. Berdasarkan keterangan dari saksi, sewaktu pergi ke sawah melihat lampu senter yang menyala ke atas di sawah yang bersebelahan dengan sawah miliknya. Setelah dicek ternyata korban bernama Asan, sudah tak bernyawa.

“Korban sudah kami evakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos, celana pendek dan membawa sarung,” ujarnya, Jumat (14/02/2020).

Terkait dengan kejadian ini, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro belum mengetahui kejadian nahas tersebut. Namun, pihaknya heran masih ada yang masih menggunakan jebakan listrik untuk membunuh hama tikus. “Kami sudah mensosialisasikan kepada petani agar tidak menggunakan listrik buat jebakan tikus. Sebab, sangat berbahaya,” tuturnya.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, Distan Gresik akan mendatangi sejumlah petani di Cerme untuk mulai beralih dari jebakan tikus yang menggunakan listrik dengan alternatif lain. Seperti burung hantu. “Di Kecamatan Dukun juga sudah kita sosialisasikan,” imbuhnya.

Di bulan Februari 2020, sudah ada empat orang petani di Gresik meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus. Korban paling banyak berasal dari Kecamatan Dukun, Gresik

 

Jebakan tikus beralirran lisrik

 

Korban Di Tuban

Seorang petani asal Dusun Glonggong, Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban mengalami nasib tragis. Dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa tergeletak di area persawahan desa setempat, Kamis (19/12/2019).

Korban bernama Suwono (53), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, Tuban. Suwono tewas diduga tersengat aliran listrik yang ia pasang sendiri untuk jebakan tikus. Korban lupa tidak mematikan aliran listrik saat hendak ke sawah.

Mayat petani tersebut pertama kali ditemukan oleh Mustain yang tak lain adalah tetangganya sendiri. “Saat itu saksi yang akan berangkat mencari rumput mengetahui korban dalam kondisi tergeletak di tanah,” ungkap IPTU Suganda, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Saat ditemukan pertama kali oleh tetangganya itu korban dalam posisi terlentang dengan kepala berada di barat area tanaman padi miliknya. Mengetahui bahwa korban tergeletak, saksi langsung berteriak meminta tolong pada warga sekitar.

Setelah mendengar kabar tersebut sejumlah warga langsung berdatangan di lokasi kejadian untuk menolong Suwono. Warga terlebih dulu mematikan aliran listrik. Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah duka. “Usai mendapat laporan, petugas kemudian melakukan identifikasi jenazah korban yang saat itu sudah dibawa pulang. Juga dilakukan pemeriksaan tim medis,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil identifikasi diketahui bahwa petani tersebut mengalami luka bakar pada bagian perut sepanjang 25 cm dan luka bakar pada lengan kiri sepanjang 10 cm serta luka bakar pada jari tengah dan jari manis sebelah kiri. Diduga kuat memang korban meninggal akibat tersengat listrik jebakan tikus di sawahnya sendiri itu

 

You might also like