Amien Rais Sebut PAN Mengemis Ke Joko Widodo

Mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku kasihan dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang beberapa kali sowan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Amien menganggap PAN tengah mengemis-ngemis ke pemerintah.

“Saya lihat kemarin, ya Allah semua sowan. Kemudian mohon maaf, baru kali ini bapak presiden dan pengurus baru itu, dalam hati saya kasihan ya,” ujar Amien dalam video milik akun KH Tengku Zulkarnain, yang ditayangkan pada Selasa (21/7).

Kunjungan Jokowi juga dinilainya sebagai bentuk mengemis PAN untuk masuk ke Kabinet Indonesia Maju. Padahal, sebaiknya pengurus PAN secara ksatria menerima kekalahan di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Kemudian jangan merengek-rengek semua sowan ke Istana, mengemis-ngemis. Itu memalukan sekali,” ucap Amien.

Karena hal inilah, Amien mengaku dikeluarkan dari PAN. Sebab, ia tegas menolak partai berlambang matahari itu bergabung dengan rezim Jokowi. “Saya sudah tidak di PAN sama sekali. Saya sudah dikeluarkan oleh anak buah saya karena berbeda prinsip,” kata Amien.

“Kalau anda tetap ingin dukung rezim ini, jelas sesuatu langkah yang keliru bin salah. Jadi itu tidak ada rasionya, tidak ada rasionalisasinya,” ujarnya menambahkan.

Diketahui, pengurus DPP PAN beberapa waktu lalu melakukan kunjungan silaturahim kepada Presiden Joko Widodo. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan secara langsung memimpin para pengurus DPP partainya.

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa pertemuan keduanya membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.  Ia mengatakan, PAN akan terus bersama pemerintah dalam menggerakkan pembangunan nasional. Dalam rangka untuk mencapai cita-cita nasional, sesuai termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

“Silaturahmi menyambung rasa kekeluargaan setelah pasca pelaksanaan kongres ke-5 PAN di Kendari, Februari 2020,” ujar Viva.

Mengaku Sudah Dikeluarkan Dari PAN

Amin Rais juga mengaku telah dikeluarkan dari Partai Amanat Nasional (PAN). Amien mengatakan, hal itu karena dirinya dan kepengurusan baru PAN berbeda prinsip.

“Saya sudah tidak di PAN sama sekali. Saya sudah dikeluarkan oleh anak buah saya karena berbeda prinsip,” ujar Amien dalam video Youtube milik KH Tengku Zulkarnain, yang ditayangkan pada Selasa (21/7).

Perbedaan prinsip, kata Amien, menjadi alasan utana kenapa ia dikeluarkan dari partai yang didirikannya itu. Pasalnya, DPP PAN periode 2020-2025 disebutnya ingin bergabung dengan kabinet Presiden Joko Widodo.

“Kalau Anda tetap ingin dukung rezim ini, jelas sesuatu langkah yang keliru bin salah. Jadi itu tidak ada rasionya, tidak ada rasionalisasinya,” ujar Amien.

Amien juga menyayangkan pengurus baru PAN yang bertemu beberapa kali dengan Jokowi di Istana. Sebab, hal itu dinilainya sebagai bentuk mengemis posisi di Kabinet Indonesia Maju. “Kok tidak menggunakan akal sehatnya dan keislamannya. Kemudian yang dibela itu siapa, jadi dimatikan akal qur’aniyahnya itu. Dimatikan akidahnya,” ujar Amien.

Selain itu, ia juga membantah bahwa anaknya, Mumtaz Rais disodorkan menjadi salah satu menteri Jokowi. Amien menegaskan bahwa hal itu hoaks. “Saya tidak setuju bergabung dengan rezim yang sudah tidak ketulungan itu. Mereka tetap yakin bahwa dengan bergabung, rezin Jokowi akan dapat segala,” ujar Amien.

You might also like