Akhirnya Kejati Babel Tetapkan 5 Orang Tersangka Dalam Kasus Dugaan Korupsi di PT Timah dan BRI

Bangka Belitung, Forumkeadilan.com — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akhirnya resmi menetapkan 5 (lima) orang tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi yakni kasus dugaan korupsi pembelian bijih timah kadar rendah (Terak) di PT Timah dan kasus dugaan Korupsi Bank BRI Pangkalpinang.

Ke 5 orang tersangka masing masing 3 diantaranya terkait dengan kasus dugaan tipikor pembelian bijih timah kadar rendah (Terak) berinisial As, T dan A sedangkan 2 orang tersangka lainya terkait dengan kasus dugaan korupsi Bank BRI Pangkalpinang berinisial D dan S.

Demikian disampaikan Kajati Babel Ranu Mihardja dalam Jumpa persnya dengan wartawan di ruang media center kantor Kejati Babel, Rabu (22/7/20).

Dikatakannya, untuk dua kasus dugaan Tipikor yang sudah hampir 1 bulan dilakukan penyidikan oleh penyidik, tepatnya hari ini kasus dugaan korupsi itu resmi ditetapkan sebagai tersangka.

”Sudah hampir satu bulan dilakukan penyidikan dan hari ini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan diduga melakukan korupsi serta bekerja tidak sesuai dengan SOP,” ungkap Ranu Mihadja.

Ranu menambahkan, meskipun hari ini bertepatan dengan hari bakti adhyaksa (HBA), penetapan ke 5 (lima) orang tersangka bukan sebagai kado HBA.

” Bukan kado HBA, kalau kado HBA ya harus ada taget,” imbuhnya.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Babel Eddy Ermawan menambahkan penyidik saat ini sedang melakukan pengembangan terhadap lima orang tersangka dan kemungkinan akan ada tersangka lainnya dalam dua kasus dugaan korupsi pembelian bijih timah kadar rendah (Terak) dan Bank BRI Pangkalpinang.

” Kita lakukan pengembangan kemungkinan akan ada tersangka lainnya,” kata Eddy Ermawan.

Menurutnya, untuk kasus dugaan Tipikor pembelian bijih timah kadar rendah (Terak), penyidik akan melakukan penelusuran berupa aset yang dimiliki para tersangka.

” Dilakukan penelusuran berupa aset yang dimiliki para tersangka,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua kasus dugaan korupsi tersebut mulai dilidik Kejati Babel sejak Februari 2020 dan pada bulan Juni 2020 penanganan dua kasus ini naik ke penyidikan.

”Dua kasus ini sudah kami lakukan puldata (pengumpulan data, red) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan, red), permintaan keterangan dan pada tanggal 29 Mei 2020 kemaren, dua penyelidikan ini sudah kita tingkatkan ke penyidikan,” kata Edi Ermawan, dalam konfrensi persnya, Selasa (2/6/20).  (Rom)

You might also like