Sultan Pontianak Desak Polisi Tangkap Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pernyataan Mantan Kepala Badan Inteligen Negara, AM Hendropriyono yang menyebut Sultan Hamid II sebagai penkhianat dan tidak layak diberi gelar pahlawan nasional, menuai protes dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Sultan Pontianak IX, Sultan Syarif Machmud Melvin Alqadrie.

Sultan Melvin mengatakan, pernyataan Hendropriyono tersebut merupakan fitnah terhadap Sultan Hamid II yang merupakan perancang Lambang Negara Garuda Pancasila.

Tak main-main, Sultan Melvin meminta pihak berwajib agar menangkap dan mengadili mantan Kepala BIN tersebut. Ia menilai Hendropriyono sudah menghina kakek Sultan Pontianak itu yang sekaligus perancang lambang negara Indonesia Burung Garuda.

Baca Juga : Sebut Sultan Hamid II Pengkhianat, AM Hendropriyono Dilaporkan Ke Polisi

“Dia harus ditangkap dan diadili. Sebelum saya mengeluarkan titah saya sebagai sultan. Jangan tunggu masyarakat marah dan bergerak,” tegas Sultan Melvin melalui keterangan tertulis dikutip dari indonews, Sabtu (13/6/2020).

 

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sultan Melvin juga meminta Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji tidak diam dan hanya menonton melihat ujaran Hendro tersebut yang menurutnya adalah sebuah penghinaan. “Gubernur Kalbar jangan hanya diam dan menjadi penonton atas penghinaan ini,” tegasnya.

“Sekali lagi saya tegaskan dia, Hendropriyono harus segera ditangkap dan diadili sebelum rakyat bergerak,” imbuh Sultan Melvin.

Sebagaimana diketahui, Hendropriyono mengeluarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah rekaman yang tayang di kanal Youtube pada 11 Juni, 2020.

Dalam rekaman itu, Hendropriyono menyebutkan alasan mengapa Sultan Hamid II tidak layak dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

“Tiap tahun kan ada pengusulan untuk menjadi pahlawan nasional, pada peringatan 17 agustus, hari proklamasi kemerdekaan republik Indonesia. Akhir-akhir ini kan gencar sekali saya menerima WhatsApp, saya kira ini viral ya di media sosial tentang pengusulan Sultan Hamid II dari Pontianak sebagai pahlawan nasional. Saya ingatkan kepada generasi penerus bangsa, para kaum muda, jangan sampai tersesat dengan suatu usaha politisasi sejarah bangsa kita. Karena Sultan Hamid II ini, bukannya pejuang bangsa Indonesia,” jelas Hendropriyono.

You might also like