Polres Tanjungbalai Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, 8 Tersangka Diamankan

Satuan Reskrim Polres Tanjungbalai berhasil mengungkap sindikat pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Selain mengamankan 8 tersangka, polisi juga menyita 168 lembar STNK palsu, 100 plastik STNK, computer, scanner, 20 gulungan kertas STNK dan tiga unit sepedamotor. Semua tersangka dan barang bukti diamankan dari dua lokasi berbeda.

Para tersangka masing-masing M Sabri alias Sabri (28) warga Dusun II Kecamatan Tanjungbalai, Lusito alias Ilus (36) dan Rahmat Wahyudi alias Yudi (39) keduanya warga Pulo Raja Asahan, Awaludin Sitorus (52) dan A alias Andre Juntak (25) keduanya warga Jalan Besar Sipori-pori Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, Mi alias Ikbal (24) dan BS alias Burek (35) keduanya warga Jalan Anwar Idris Kota Tanjungbalai, dan HFL alias Koling (42) warga Jalan Jenderal Sudirman.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, terungkapnya kasus komplotan pemalsu STNK berawal dari tertangkapnya tersangka Sabri pada Kamis (4/6/2020) dalam kasus transaksi jual beli sepeda motor Yamaha RX King bodong dengan mempergunakan STNK palsu hasil scanner.

“Setelah diintrogasi tersangka Sabri mengaku kalau STNK palsu itu dibelinya dengan harga Rp500 ribu dari temannya bernama Ilus,” kata Kapolres melalui Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, Minggu (7/6/2020).

Tim kepolisian selanjutnya bergerak menangkap Ilus di rumahnya. Dari keterangannya, STNK itu dibelinya dari Yudi dengan harga Rp150 ribu. “Ya caranya dengan mencetak mempergunakan mesin scanner. Penyidik terus bergerak melakukan pengembangan sehingga semua total tersangka yang terlibat dalam kasus ini mencapai 8 orang tersangka,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, maka untuk 7 tersangka MS, RW, L, A, MI, BS, HFL) dikenakan Pasal 264 ayat (1) dan (2) subs 263 ayat (1) dan (2) Jo 55 Ayat (1) ke 1, 56 dari KUHPidana dengan ancaman delapan tahun penjara. Sedangkan tersangka AS disangkakan Pasal 264 ayat 1 dan ayat 2 subs 263 ayat 1 dan atau pasal 480 dari KUHPidana denan ancaman paling lama 4 tahun penjara. (Ambon)

You might also like