Polisi Tetapkan 17 Tersangka Bentrokan di Tapanuli Selatan

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menetapkan 17 orang sebagai tersangka dalam kasus bentrok antardesa di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Bentrokan itu dipicu masalah sepele yang dilakukan oleh sekelompok anak remaja.

Bentrokan yang terjadi di Tapsel akibat ditegur saat bermain senapan angin dan tidak terima atas teguran tersebut sehingga menimbulkan pertengkaran antara dua desa. Dari ke 17 tersangka, polisi sudah menahan 7 orang, sedangkan 10 orang lainnya masih diburu.

“Akibat bentrokan di Tapsel 1 unit rumah dan 1 unit sepeda motor terbakar. Hingga saat ini sudah ada 17 orang yang ditetapkan menjadi tersangka pengeroyokan dan 7 diantaranya telah ditahan di Mapolres Tapsel,” ungkap Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin, Senin (1/06/2020) di Mapolda Sumut.

Kapolda Sumut mengatakan pihaknya akan terus berupaya meredam aksi-aksi serupa terjadi kembali dengan mengaktifkan patroli skala besar dibantu dengan perkuatan dari  unsur TNI. Hal ini juga diikuti dengan pelaksanakan kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah yang dilakukan oleh Polsek-Polsek jajaran untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang remaja yang mengarah kepada perbuatan pidana yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban.

Peran keluarga dan orang tua juga sangat diperlukan dalam membentuk pribadi anak-anak untuk memberikan pendidikan dirumah dan memantau anak-anak yang memasuki usia remaja agar mereka tidak salah pergaulan dan masuk kedalam kelompok-kelompok yang salah serta menggunakan narkotika ataupun minuman keras.

“Secara umum Deli Serdang, Labuhan Batu, Langkat  dan Medan menjadi tempat rawan aksi brutal. Saya sudah sampaikan kepada personel jajaran untuk mengaktifkan kembali perkuatan terpadu yaitu patroli skala besar dengan dibantu unsur TNI untuk mencegah aksi-aksi kenakalan remaja khususnya aksi geng motor,” ungkap Kapolda.

Kapolda Sumut juga menegaskan akan merazia kendaraan sepeda motor seperti yang memiliki knalpot brong dan yang tidak sesuai dengan peruntukkan dan standart serta akan memberi sanksi bagi para pemilik kendaraan tersebut sampai mereka kembali mengganti knalpot kendaraannya seperti semula.

Sebelumnya, masyarakat Desa Benteng Huraba diduga melakukan penembakan dengan menggunakan senjata mainan kepada pengendara sepeda motor yang melintas di depan Monumen Benteng Huraba. Kemudian warga Kelurahan Pintu Padang yang saat itu melihat lalu menegurnya dan menasehati.

Namun diduga karena masyarakat Desa Benteng Huraba tidak terima, pertikaian pun terjadi. Kedua belah pihak melaporkan ke Desa masing masing dan akhir terjadilah bentrok antar kampung.

Kejadian tersebut pun berujung pada pembakaran satu unit rumah, satu unit sepeda motor dan 5 orang menjadi korban. Di mana dari 5 orang tersebut, 3 diantaranya terkena senapan angin dan 2 personel terkena lemparan batu.

 

You might also like