Polisi Periksa Warga Pengambil Paksa Jenazah Pasien Corona

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sejumlah warga yang turut mengambil paksa jenazah pasien corona di Rumah Sakit Stella Maris, Makassar, dilaporkan diamankan di Mapolda Sulawesi Selatan. Mereka menjalani pemeriksaan intensif.

 Warga terindikasi mengambil paksa jenazah pasien corona diperiksa di Polda Sulawesi Selatan. “Mereka semua masih berstatus saksi dan diperiksa, dan semuanya berada di Polda Sulsel,” ucap Kasat reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, Senin (8/6/2020).

Selain mengamankan sejumlah barang yang mengambil paksa jenazah pasien positif corona, polisi juga mengamankan seorang pemuda yang ikut mengambil cool box sampel darah dan swab test PDP dari RS Labuang Baji.

Pria yang berusia 16 tahun tersebut diamankan di kediamannya di jalan rajawali Kota Makassar setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan atas rekaman CCTV milik RS Labuang Baji

Dari keterangan pria yang berinisial AL tersebut mengaku jika Cool Box yang dibawanya tersebut dianggap milik dari keluarga pasien yang meninggal. “Dari keterangan pelaku jika Cool box dikira milik pasien, dan kini kasusnya ditangani Direskrimum Polda Sulsel,” tambahnya.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Baca: Gawat! Warga Kembali Ambil Paksa Jenazah Pasien Corona di Rumah Sakit

Atas insiden pengambilan paksa pasien terduga corona, pihak kepolisian kini menyiagakan 10 orang personil kepolisian untuk mengamankan setiap rumah sakit. “Setiap RS rujukan kami siagakan 10 orang personil ” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo. Menurutnya, aksi warga membawa kabur jenazah terkait COVID-19 dari RS di Makassar sebagai tindakan pidana. Polisi akan memproses para pelaku yang terlibat, sama seperti pelaku yang mencuri kotak penyimpanan sampel (cool box) pasien virus Corona dari RSUD Labuang Baji saat warga membawa kabur jenazah.

“Pengambilan mayat itu pidana dan akan kita proses, yang cool box dia ambil dan kembalikan lagi sama tempatnya,” tuturnya.

Polisi akan memproses pelaku pengambil paksa jenazah dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Yang pengambilan mayat akan kita proses ancaman hukuman sampai 7 tahun penjara,” kata Kombes Ibrahim Tompo.

You might also like