Meregang Nyawa di Ujung Pulpen, Kematian Tragis Bocah 4 Tahun

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Terungkap! Kematian bocah berusia 4 tahun di Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ternyata akibat dibunuh oleh ibu tirinya, Sanima (27). Sang ibu menghabisi bocah malang tersebut dengan cara disiksa dan ditikami pakai pulpen karena merasa sakit hati sama suaminya, Herman (34).

“Anak ini (korban) tidak nakal. Dia dibunuh oleh ibu tirinya, kemungkinan karena merasa dalam keluarganya, ada perlakuan anak yang berbeda dilakukan oleh suaminya. Suaminya ini hanya menyayangi anaknya sendiri, dibandingkan anak pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara, Rabu (17/6/2020).

Menurut Dharma, Herman lebih sayang kepada anak kandungnya itu ketimbang anak Sanima dari suami pertama. Keduanya diketahui menikah belum lama ini. Sanima dan Herman sama-sama menyandang status janda dan duda. Sanima telah memiliki satu anak dari pernikahan sebelumnya. Dharma tak menjelaskan usia anak kandung Sanima.

Namun, anak Sanima dari suami pertama ini difabel. Dharma juga tak menjelaskan kekurangan seperti apa yang diderita anak Sanima dari suami pertamanya itu. Sedangkan Herman adalah seorang duda beranak satu. Anak Herman ini berusia 4 tahun dan dalam kondisi baik.

Menurut Dharma, kekesalan dipicu usai Herman tiba-tiba meminta agar anak kandung Sanima yang kelainan itu diserahkan kepada ayahnya (suami pertama Sanima), untuk dioperasi.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Saat itu, Sanima ini mulai emosi dan merasa Herman melakukan perbedaan perlakuan anak.  “Mungkin penyebabnya itu, Sanima merasa kenapa ada perlakuan berbeda, anaknya dia ini dengan anak suaminya (Herman),” ucap dia.

Dharma mengatakan, karena kesal, Sanima menganiaya anak tirinya saat suaminya pergi bekerja, Selasa (16/6/2020) kemarin. Rumahnya sepi, sehingga dia memanfaatkan situasi dan langsung menganiaya bocah empat tahun itu dengan cara diinjak-injak pada bagian dada hingga ditikam berulang kali menggunakan pulpen.

“Anak ini diinjak dadanya sama pelaku. Setelah diinjak, korban merasa lemas. Pelaku sempat khawatir, sehingga korban dibawa ke tetangganya yang bidan. Tapi, bidan ini katakan kalau anaknya sudah pucat, harus Puskesmas tangani. Jadi anak ini langsung dibawa oleh pelaku ke Puskesmas, tapi di tengah perjalanan dia meninggal dunia,” jelas Dharma.

Dharma menyebutkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Inafis Polres Pinrang, ditemukan ada sekitar 20 lebih luka lebam di tubuh korban. Luka-luka ini akibat pukulan dan tikaman pulpen.

Kapolres Pinrang, AKBP Dwi Santoso  mengaku pihaknya telah mengamankan Sanima. “Tersangka juga telah mengakui perbuatannya,” tukasnya.

You might also like