KPK Periksa Mantan Anggota DPRD Sumut di Mapoldasu, Terkait Kasus Suap Mantan Gubsu

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap mantan Gubsu Gatot Pujonugroho. Mereka diagendakan diperiksa untuk tersangka mantan anggota DPRD Sumut RN, Rabu (3/6/2020).

“Penyidik hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap enam saksi untuk tersangka RN terkait tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Keenam saksi ini yakni, mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan 2014-2019 dari Fraksi PDIP Brillian Moktar, mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 Dermawan Sembiring, mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dari Fraksi Demokrat Enda Mora Lubis.

Selanjutnya, mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 Ferry Suando Tanuray Kaban, mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dari Fraksi Demokrat M Yusuf Siregar dan mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dari Fraksi Demokrat Ida Budiningsih.

Pemeriksaan terhadap saksi Brillian dan Ida akan digelar di Mapolda Sumut, sedangkan empat saksi lainnya di Lapas Klas I Medan.

Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK itu. Sejak Selasa (2/6/2020) kemarin telah dilakukan pemeriksaan disalah satu ruangan di Mapolda Sumut.

“Benar, KPK ada meminjam pakai ruangan di Polda Sumut untuk melakukan pemeriksaan,” katanya, Rabu (3/6/2020).

MP Nainggolan menjelaskan bahwa peminjaman ruangan yang dilakukan KPK itu dilakukan selama 4 hari, yakni sampai Jumat (5/6/2020). Namun terkait pemeriksaan tersebut, MP Nainggolan enggan mengomentarinya.

“Kita kan hanya menyediakan tempat. Yang berhak menyampaikan penjelasan ya KPK lah,” tandasnya.

Sementara data yang dihimpun, para tersangka yang sudah diperiksa kemarin adalah Ikhyar Hasibuan, Rahmad P Hasibuan, Jamaluddin Hasibuan dan lainnya. Turut juga sejumlah pejabat Pemprovsu yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka diantaranya Kadispora H Baharuddin Siagian, Randiman Tarigan (mantan Sekwan DPRD Sumut) Ahmad Fuad Lubis (mantan Kabiro Keuangan Pemprovsu).

Sebagai tindak lanjut dari proses hukum terhadap unsur pimpinan DPRD Sumut sebelumnya, KPK telah menetapkan 14 tersangka baru dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Gatot Pujo Nugroho. Adapun 14 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019 yang ditetapkan tersangka Sudirman Halawa, Rahmad Pardamean Hasibuan, Nurhasanah, Megalia Agustina, Ida Budiningsih, Ahmad Hosein Hutagalung, Syamsul Hilal, Robert Nainggolan, Ramli, Mulyani, Layari Sinukaban, Japorman Saragih, Jamaluddin Hasibuan,  Irwansyah Damanik.

Keempat belas tersangka itu diduga turut menerima uang dari Gatot terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Sumut. Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan 50 orang eks anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Para tersangka itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho masing-masing senilai Rp 300 juta hingga Rp 350 juta.

Gratifikasi tersebut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut pada 2015. Para tersangka kini sedang menjalani pidana masing-masing setelah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan dengan hukuman rata-rata 4 hingga 6 tahun penjara.

You might also like