KPK Bidik Mega Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengumpulkan alat bukti terkait dugaan mega korupsi di PT Dirgantara Indonesia. Salah satu upaya dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Keterangan diperoleh, Sabtu (6/6/2020), para saksi yang diperiksa dicecar beragam pertanyaan terkait dugaan korupsi di PT DI. Menurut Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, pihaknya memeriksa dan meminta keterangan sejumlah pihak yang diantaranya mantan pegawai PT Dirgantara Indonesia dan pihak swasta. Salah satunya, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (DI), Budi Santoso.

“Bahwa benar hari ini KPK memeriksa beberapa pihak antara lain mantan pegawai BUMN PT DI dan pihak swasta terkait kegiatan pengumpulan alat bukti dugaan korupsi  di PT DI,” ucap Ali saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/6/2020) kemarin.

Namun, Ali masih enggan membeberkan lebih detail dalam kapasitasnya sebagai apa Budi Santoso diperiksa. Ali juga enggan mengungkap secara detail soal kasus yang sedang ditangani itu.

“Untuk sementara demikian keterangan yang dapat kami sampaikan, perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Ali.

PT Dirgantara Indonesia merupakan satu-satunya perusahaan yang bergerak di industri pesawat terbang di Indonesia. PT Dirgantara tercatat memproduksi berbagai pesawat dan helikopter, senjata, serta jasa pemeliharaan untuk mesin-mesin pesawat.

Dirgantara Indonesia juga disebut sebagai perusahaan sub-kontraktor untuk industri pesawat terbang besar di dunia seperti Boeing, Airbus, serta Fokker. Dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia diduga terjadi sudah cukup lama.

KPK dikabarkan telah menetapkan sejumlah pihak terkait dugaan kasus korupsi di tubuh PT Dirgantara Indonesia. Setidaknya disebut-sebut ada enam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pesawat pada PT Dirgantara Indonesia tahun 2007-2017. Salah satu tersangka berinisial BS. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari KPK terkait hal itu.

Ketua KPK, Firli Bahuri hanya membenarkan bahwa kasus tersebut telah ditingkatkan ke penyidikan. Namun, dia enggan merinci lebih lanjut.

“KPK masih melakukan kegiatan penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti. Pemeriksaan belasan saksi masih dilakukan. Begitu kegiatan untuk mengetahui besarnya  kerugian negara masih berproses. Pada saatnya nanti pasti kami sampaikan ke rekan media,” kata Firli saat dikonfirmasi.

You might also like