Ketika Sang Jaksa Mencari Terdakwa

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Peristiwa terbilang lucu sekaligus menggelitik, Rabu (17/6/2020) terjadi di PN Medan. Oknum JPU dari Kejari Medan berinisial Rz sempat ‘panik’ mencari keberadaan terdakwanya dan memohon kepada majelis hakim diketuai Immanuel agar sidang ditunda pekan depan.

Penuntut umum memang telah berupaya mencari tahu keberadaan Lampos Hutauruk (41), warga Jalan Matahari 6, Lingkungan VII, Kelurahan Helvetia Barat, Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, terdakwa penggelapan sepeda motor Honda Vario dengan menelepon petugas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Gusta Medan.

Namun setelah dikonfirmasi, terdakwa disebutkan tidak ada dalam daftar tahanan titipan Kejari Medan.

Sontak JPU bermohon kepada majelis hakim agar sidang ditunda pekan depan.

Untungnya, keluarga saksi korban yang datang ke PN Medan bersimpati dan mencari informasi kepada penyidik dari Polsek Helvetia dan akhirnya diketahui kalau terdakwa berada di sel tahanan sementara Polsek Helvetia. Persidangan pun akhirnya digelar secara teleconference (online).

Sementara dari arena sidang, hakim ketua Immanuel sempat terlihat ‘berang’ ketika melakukan pemeriksaan secara teleconference terhadap terdakwa Lampos Hutauruk.

Pasalnya, terdakwa yang pernah dihukum terkait tindak pidana narkotika tersebut dinilai berbelit-belit saat memberikan keterangan.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

“Itu kan akal-akalan kau saja mengatakan (sepeda motor Honda Vario, red) hilang dan akal akalan mu juga mau mengganti. Kalau kau berniat baik, kau pulangkanlah sepeda motor korban dan kau gantilah melalui jaksa, biar ada keringanan hukumanmu,“ tegas Immanuel.

Mendapat cecaran tersebut, terdakwa pun terdiam. Sebab, imbuh Immanuel, sikap kurang koperatif yang ditunjukkan Lampos Hutauruk justru akan menjadi pertimbangan memberatkan hukumannya nanti.

Lampos Hutauruk saat diperiksa polisi

Sebelumnya, saksi korban Zam Zam Jamilah (45) didengarkan keterangannya. Terdakwa sebelumnya meminjam sepeda motor yang berada di rumah ibu mertuanya, Asmara Murni (75).

Namun sepeda motor tersebut tidak kunjung dikembalikan terdakwa, sehingga saksi korban melaporkan kasusnya ke Polsek Helvetia.

Keterangan saksi korban pun diperkuat saksi Asmara Murni. “Iya benar pak hakim, sepeda motor itu dipinjam Lampos dari saya dan tidak dikembalikannya lagi. Saya tunggu dan sudah coba hubungi terdakwa, namun tidak juga dikembalikannya,” jelas saksi.

Tindak pidana penggelepan sepeda motor itu juga diperkuat dengan keterangan pihak karyawan salah satu hotel di kawasan Jalan Gatot Subroto Medan.

Menurutnya, terdakwa ada datang chek in di hotel tempat dia bekerja dengan berboncengan Honda Vario warna Hitam BK 4912 ADK pada Tanggal 15 Januari 2020 dan keesokan harinya pergi keluar hotel membawa kendaraan tersebut.

Tidak lama berselang terdakwa Lampos Hutauruk datang lagi dengan berjalan kaki, dan hal tersebut diperkuat dengan rekaman kamera pemantau (CCTV) hotel. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan JPU. (RbS)

You might also like