Kerugian Capai Rp1,2 M, Owner Investasi arisanonline_medan Diadukan ke Polda Sumut

Amiaty (24), penduduk Jalan Platina VI gang Karso, Lingkungan XIV, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli selaku owner investasi arisanonline_medan, akhirnya diadukan ke Polda Sumut.

Terlapor diduga tidak bisa mempertanggungjawabkan uang arisan secara online yang diinvestasikan ke-102 member (anggota). Total kerugian para member diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.

Amiaty berpotensi dijerat pidana Pasal 28 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Yakni setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Angel, warga Kecamatan Medan Amplas, Kamis (11/6/2020), salah seorang korban mengatakan, secara resmi telah membuat laporan pengaduan ke Polda Sumut dengan Nomor: Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) / 999 / VI / 2020 / SUMUT / SPKT II, tertanggal 8 Juni 2020.

Korban mengaku menderita kerugian Rp 126.850.000. Semula produk investasi menggiurkan yang ditawarkan terlapor berjalan lancar. Ada 2 produk investasi arisan yang ditawarkan. Yakni arisan menurun dan arisan duos. Namun sejak April 2020 lalu, owner dengan berbagai dalih menghindar dari tanggung jawab.

“Alasan owner macam-macam. Alasan klasiknya waktu ditelepon atau lewat chat WA adalah, bisnis member yang lain lagi seret jadi belum bisa bayar. Sabar ya,” kata korban Angel menirukan ucapan owner.

Beberapa hari sebelum korban membuat laporan pengaduan ke Polda Sumut, nomor ponsel dan WA terlapor tidak bisa lagi dihubungi alias tidak aktif. Setahu bagaimana, akun instagram Amiaty dengan nama akun arisanonline_medan tersebut pun telah dihapus, setelah korban melaporkan kasus tersebut.

Belakangan terungkap ‘nasib’ serupa juga dialami 101 member lainnya. Kerugian para member bervariasi. Mulai dari Rp1 juta lebih hingga puluhan juta rupiah.

“Kasus ini tidak bisa dibiarkan berlama-lama dan harus diselesaikan secara hukum. Penyidik Polda Sumut diharapkan segera bisa mengamankan terlapor dan segera diproses hukum. Sekaligus menghindarkan terlapor berbuat hal serupa dan tentunya berpotensi akan bertambah lagi korbannya,” tegasnya.

Endors Artis

Bermula dari ketertarikan korban berparas jelita ini terhadap postingan terlapor di akun instagramnya arisanonline_medan karena mengendors salah seorang artis terkenal ibukota. Belakangan si pemilik akun instagram diketahui bernama Amiaty.

Produk awal yang ditawarkan terlapor adalah investasi arisan menurun. Keuntungan yang menggiurkan adalah member yang nomor urut penarikan uang arisannya paling belakangan lebih sedikit iurannya. Korban pun ikut bergabung di investasi arisan online tersebut sejak Mei 2019 lalu.

Jumlah member setiap grup arisan menurun tersebut bervariasi. Ada yang berjumlah 10 hingga belasan member. Pola penarikan uang mirip dengan arisan pada umumnya yakni berdasarkan nomor urut. Namun bedanya iuran member dengan nomor urut penarikan paling atas lebih besar dibanding nomor urut di bawahnya. Demikian seterusnya hingga ke member nomor penarikan paling akhir.

Nomor urut pertama, adalah owner (terlapor) sekaligus orang yang bertanggungjawab penuh misalnya kalau ada masalah atau seret membayar uang arisan member, terlapor yang menalanginya. Iuran arisan ditransfer kepada terlapor Amiaty selaku owner. Dalam penyajian informasi arisan online lewat WA Grup, owner dibantu orang lain diberi nama admin grup.

Untung 50 Persen

Produk investasi kedua adalah arisan duos yang juga sangat menggiurkan. Owner menawarkan keuntungan kepada member pemberi pinjaman sebesar 50 persen dari uang pokok. Terlapor juga yang mencarikan siapa yang menjadi penerima pinjaman.

Rumor berkembang di antara sesama member yang dirugikan, imbuh Angel, owner diduga kuat adalah si peminjam yakni dengan memasukkan nama seolah orang lain dengan cara menggunakan sim card baru. Sedangkan masa penarikan uang di kedua produk arisan online tersebut sama. Ada per hari, per pekan, dua pekan dan per bulan. (RbS)

You might also like