Cuma 3 Tahun Saja Tuntutan Jaksa KPK Buat Penyuap Bupati Solok Selatan

Bos PT Dempo Bangun Bersama (DBB), Muhammad Yamin Kahar (MYK) dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tiga tahun penjara dan denda 200 juta rupiah dengan subsider enam bulan kurungan. Terdakwa Kahar diyakini menyuap Bupati Nonaktif Solok Selatan, Muzni Zakaria (MZ) terkait pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Kabupaten Solok Selatan tahun 2018.

“Menuntut, menyatakan terdakwa Muhamad Yamin Kahar alias Yamin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan pertama,” kata Jaksa KPK, Rikhi B Maghaz, di Pengadilan Negeri Padang, Jumat (5/6/2020).

Jaksa Rikhi merincikan hal-hal yang memberatkan tuntutan adalah perbuatan terdakwa Kahar tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi dan tidak berterus terang dan tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan, hal-hal yang meringankan adalah terdakwa Kahar mempunyai tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum.

Sebagaimana dakwaan pertama, terdakwa Kahar disebut jaksa memberikan suap kepada beberapa pejabat di Kabupaten Solok Selatan seluruhnya berjumlah 475 juta rupiah. Suap ini, di antaranya diberikan kepada Bupati Muzni. Suap berupa uang total 125 juta rupiah dan berupa karpet masjid senilai 50 juta rupiah.

Kemudian, sebesar 250 juta rupiah kepada Hazwinen Gusri selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) ULP Barang/Jasa Kabupaten Solok Selatan tahun 2018 untuk paket pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan sebesar 50 juta rupiah kepada Desriyanto selaku Ketua Pokja ULP Barang/Jasa Kabupaten Solok Selatan Tahun 2018 untuk paket pembangunan Jembatan Ambayan Solok Selatan.

“Pemberian tersebut diberikan terkait dengan penunjukan terdakwa untuk mengerjakan proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan pembangunan Jembatan Ambayan yang bertentangan dengan kewajiban para penyelenggara negara,” kata jaksa.

Untuk diketahui, perusahaan terdakwa Kahar bidang usahanya meliputi properti, travel, IT, jaringan multimedia, hydropower, dan tambang batu gunung. Pada Januari 2018, Muzni mendatangi rumah terdakwa Kahar untuk menawarkan paket pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dengan pagu anggaran senilai 55 miliar rupiah dan disanggupi oleh terdakwa Kahar.

Dalam pertemuan tersebut, terdakwa Kahar memperkenalkan Muzni kepada Direktur PT DBB, Suhanddana Peribadi alias Wanda yang disebutnya biasa mengikuti proyek-proyek di pemerintah. Untuk selanjutnya, Muzni meminta Wanda untuk menghubungi Hanif selaku Kadis PU.

You might also like