PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Cara Preman Bank Mega Milik Chairul Tanjung Tagih Tunggakan Kartu Kredit

Berkali-kali handphone berdering. Ada suara menanyakan seseorang yang menunggak kartu kredit Bank Mega. Ketika ditanya, suara itu tidak bersedia menyebutkan identitas,. Sebaliknya ia terus mendesak untuk memberi nomor handphone atau kegiatan penunggak kartu kredit. Penunggak kartu kredit itu sebut saja namanya Nancy — bukan nama sebenarnya.

Karena tidak diberi tahu, debt collector (penagih utang) itu kembali menelepon berkali-kali, bahkan menuduh teman penunggak kartu kredit, sebut saja namanya Joko, siang dan malam. Joko tidak mau memberitahu nomor hp maupun aktivitas Nancy, karena si debt collector tidak memberikan identitas yang jelas.

Chairul Tanjung dan Bank Mega

 

Berhari-hari Joko ditelepon berpuluh bahkan beratusk kali. Bahkan ketika sedang mengajar atau melakukan kegiatan lain, telepon debt collector itu muncul lagi. Joko kemudian bertanya pada Nancy, siapa debt collector itu dan dari instansi mana. Nancy menjawab dari Bank Mega milik konglomerat Chairul Tanjung, Menurut Nancy debt collector itu namanya Lina. Nancy kemudian memberikan sejumlah nomor telepon yang biasa digunakan si debt collector,. Dan ternyata cocok dengan nomor-nomor yang masuk ke handphone Joko.

Rapat Umum Pemegang Saham Bank Mega

 

Pada Senin 29 Juni 2020, Joko menerima WA dari Credit Card Division Bank Mega. Isinya meminta agar Joko menyampaikan pesan agar Nancy segera menyelesaikan tagihan kepada kartu kredit kepada Bank Mega.

Tapi Joko sudah kadung kesal karena ulah debt collector Bank Mega. Kepada Credit Card Division Bank Mega, Joko akan mempersoalkan cara preman ganguan debt collecot tersebut, baik secara hukum maupun melalui media massa. Dan hingga berita ini ditulis, pihak Bank Mega tidak merespon.

 

 

You might also like