Bobol Kotak Amal Rp 54 Ribu, Sekretaris Desa Dibebaskan

Sekretaris Desa (Sekdes) Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Magetan, Eko Candra Utama yang tertangkap membobol kotak amal milik Musala Al Ikhsan di Desa Padas, Ngawi pada Jumat (12/6) lalu tidak dilakukan penahanan. Polisi hanya memberikan sanksi wajib lapor.

“Sudah kami bebaskan sepekan ini dan dikenakan wajib lapor,” kata Kapolsek Padas, AKP Juwahir kepada jatimnow.com, Selasa (23/6/2020).

Pelaku dibebaskan karena barang bukti uang yang diambil dari kotak musala Rp 54 ribu. Sedangkan menurut peraturan Mahkamah Agung (Perma) dengan nomor 2/2012 mengenai penyesuaian batasan tindak pidana ringan dan jumlah denda dalam KUHP, tindak pencurian ringan yang nilainya kurang Rp 2.5 juta tidak ditahan.

“Karena dibawah Rp 2.5 juta, makanya kami bebaskan,” jelasnya.

Ia menjelaskan jika pelaku tetap melakukan wajib lapor sepekan dua kali yaitu setiap Selasa dan Kamis.

Sementara itu, desakan mundur oknum perangkat desa yang tertangkap itu digelar oleh puluhan pemuda Desa Banjarejo. Mereka mendatangi kantor desa dan menuntut agar Eko Candra Utomo dicopot dari jabatannya.

Koordinator pemuda Banjarejo, Nursaefudin mengatakan jika perbuatan Sekdes Banjarejo yang mencuri kotak amal sudah tidak bisa ditolelir lagi.

Sebelumnya, Eko Candra Utama, seorang Sekretaris Desa (Sekdes) Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Magetan tertangkap saat membobol sebuah kotak amal Musala Al Ikhsan yang berada di Desa/Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jumat (12/6/2020).

“Memang pencurian kotak amal di Desa Padas yang melakukan adalah carik (Sekdes) kami,” kata Kepala Desa (Kades) Banjarejo, Jumiran.

Ia menjelaskan, dirinya mengetahui peristiwa itu setelah ditelepon oleh rekannya yang menjabat sebagai Kades Padas yang memberitahukan jika Sekdes Banjarejo tertangkap membobol kotak amal.

“Saya awalnya tidak percaya. Tapi ternyata setelah datang ke lokasi dan membuktikan sendiri, memang benar itu carik saya,” jelasnya.

Ia membantah jika Sekdes Banjarejo mencuri karena kesulitan ekonomi.

“Orang tuanya mampu kok. Ya kasihan anaknya dua masih kecil,” tegasnya.

Kapolsek Padas, AKP Juwahir membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan jika pelaku tertangkap saat mengotak-atik kotak amal dan dipergoki oleh takmir masjid.

“Posisinya tangan kiri pelaku sudah memegang uang. Dan kanan berusaha mengembalikan gembok,” jelasnya.

You might also like