Eks Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

 

Jakarta – Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan Deputi Finansial
Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono dituntut 12 tahun penjara
dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Keduanya merupakan
terdakwa kasus korupsi kondensat migas PT Trans Pasific Petrochemical
Indotama (PT TPPI) senilai USD 2,7 miliar atau setara Rp37,8 triliun.

“Menghukum para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 12
tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah
agar terdakwa tetap ditahan,” kata jaksa Bima Suprayoga, di Pengadilan
Tipikor, Jakarta, Senin (8/6).

Jaksa penuntut pada Kejaksaan Agung (Agung) ini menilai Raden dan
Djoko melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 UU nomor 31 tahun
1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah
diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 KUHP. Dalam
tuntutannya, jaksa menyampaikan hal yang memberatkan dan meringankan.
Untuk hal yang memberatkan, jaksa menilai kedua terdakwa tidak
mendukung upaya pemerintah dalam rangka menjalankan penyelenggaraan
negara yang bersih dan bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa dianggap tidak menikmati uang
hasil korupsi. Serta telah ada pemulihan keuangan dan kerugian
keuangan negara sebesar USD 2,5 juta. Kasus ini bermula saat BUMN PT
TPPI diterpa krisis pada 1998. Pada 2008, PT TPPI mengalami kesulitan
keuangan meski sempat dibantu pemerintah pada saat krisis moneter
terjadi.

Untuk menyelamatkan PT TPPI, Wapres Jusuf Kalla (JK) melakukan rapat
dengan petinggi migas di Indonesia. Hasilnya JK meminta PT TPPI
diselamatkan. Setelah itu, BP Migas menindaklanjuti arahan tersebut
dengan menyuntik USD 2,7 miliar. Belakangan, tindakan penyelamatan
TPPI bermasalah. Kasus ini kemudian diusut Mabes Polri sejak 2015 saat
Kabareskrim dipegang Komjen Budi Waseso.

Januari 2020, Mabes Polri melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan Agung.
Pada Februari 2020, Kejaksaan Agung mendakwa Raden Priyono merugikan
negara sebesar USD 2.716.859.655 (atau setara Rp37,8 triliun) dalam
kasus penjualan minyak mentah atau kondensat.

Perbuatan Raden disebut dinilai memperkaya diri sendiri, orang lain,
atau korporasi. Perbuatan Raden dilakukan bersama-sama dengan Djoko
Harsono selaku Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas dan
Dirut PT TPPi Honggo Hendratno.

You might also like