Wakil Bupati Aceh Tengah: “Saya Kesal, Tidak Dihargai”

Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus membantah tuduhan dirinya mengancam akan membunuh Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan keluarganya. “Itu tidak benar,” katanya.

Meski begitu, Firdaus mengakui bahwa dia mendatangi Pendopo Bupati dan menjumpai Shabela Abubakar pada Rabu malam.

Firdaus mengakui bahwa pada saat itu dia datang dalam kondisi emosi. Firdaus merasa selama ini tidak dihargai sebagai Wakil Bupati. Hal tersebut yang membuat dia akhirnya meluapkan kekesalannya langsung kepada orang nomor satu di Aceh Tengah itu.

“Saya tidak ingat ada mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, apalagi mengancam. Namun saya meluapkan kekesalan saya kepada Bupati, karena merasa tidak dihargai sebagai wakilnya,” kata Firdaus.

Mengenai proyek yang dipersoalkan kepada Shabela, menurut Firdaus, itu tentang proyek di sejumlah instansi senilai lebih kurang Rp 17 miliar. Proyek tersebut telah ditayangkan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Aceh Tengah tanpa sepengetahuan dirinya.

“Ini kegiatan Dinas Kesehatan dan RSU Datu Beru, tidak ada koordinasi dengan saya selaku wakilnya. Ini kan tidak pantas,” sebut Firdaus.

Bukan hanya itu, sejumlah kebijakan Shabela saat memimpin Aceh Tengah dinilai kurang berkoordinasi dengan bawahannya. Menurut Firdaus, salah satunya terkait mutasi.

Bupati mengeluarkan kebijakan tanpa ada koordinasi dengan Wakil Bupati. Soal komitmen pelimpahan kewenangan juga dipermasalahkan oleh Firdaus. Dia menganggap Shabela ingkar terhadap komitmen yang dibangun sebelum mencalonkan diri sebagai pasangan kepala daerah.

“Kita punya komitmen tertulis dan tidak tertulis saat kita calon sampai saat baru menjabat. Saya rasa komitmen tertulis itu sudah dibuang oleh dirinya (Shabela),” kata Firdaus.
“Ada beberapa dinas yang kewenangannya menjadi kewenangan saya, ada sekitar delapan dinas. Namun ternyata tidak sesuai kesepakatan,” kata Firdaus. Terkait pernyataan Shabela yang akan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum, Firdaus mengaku siap untuk menghadapi proses tersebut.

“Silakan, saya siap menghadapi. Namun saya juga akan melaporkan Shabela terkait kasus yang lebih besar dari kasus ini,” kata Firdaus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar nyaris baku hantam dengan Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus, pada Rabu malam. Hal itu terjadi saat Bupati sedang melakukan rapat dengan sejumlah dinas terkait penanganan Covid-19 dan bencana banjir bandang yang baru terjadi.

Menurut keterangan Shabela, secara tiba-tiba Firdaus masuk ke ruang tamu Pendopo dan mengeluarkan kata-kata makian dengan tidak pantas. Bahkan, menurut Shabela Abubakar, Firdaus mengancam akan membunuhnya.

“Tiba-tiba Saudara Firdaus datang dan berteriak dengan kata-kata tidak pantas. Dia kemudian menyebut kami yang ada di Pendopo dengan sebutan hewan, lalu mengancam bunuh saya dan anak saya,” kata Shabela saat dihubungi.

Shabela berencana melaporkan perbuatan Firdaus kepada polisi.

You might also like