Polres Keerom Bongkar Penggelapan Bansos Corona

Polres Keerom menangkap 3 orang pelaku yang diduga melakukan penggelapan beras Bulog di Kabupaten Keerom. Ketiganya ditangkap di Jalan Poros Arso VII Kabupaten Keerom.

Polisi menangkap ketiganya berawal dari laporan warga pada Kamis 28 Mei 2020 yang menginformasikan ada oknum warga yang ditugaskan mengangkut beras dari gudang Bulog yang berada di Jayapura dan akan dibawa ke Kabupaten Keerom sebanyak 3 truk.

Seharusnya beras akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Keerom.

Lalu, pada Jumat 29 Mei 2020, penyidik Satuan Reskrim Polres Keerom langsung melakukan penyelidikan di Jalan Poros Arso VII Kabupaten Keerom dan menemukan 3 truk pengangkut beras Bansos Covid-19.

Penyidik lalu melakukan pengecekan dan menemukan beberapa karung beras yang tidak lagi sesuai dengan berat semestinya. Para Pelaku Kemudian dilakukan pemeriksaan dan hasilnya ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan Bansos yang dimaksud.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan ke-3 orang telah ditahan di Rutan Polres Keerom dengan barang bukti sebanyak 26 ton beras dan 3 unit truk.

Dari hasil pemeriksaan awal diketahui ketiga pelaku menjual beras dengan cara mengurangi isi dari beberapa karung beras dan mendapatkan uang sebesar Rp1,6 juta. Para pelaku kemudian menurunkan 5 karung beras pada sebuah warung di Kota, Kota Jayapura.

Kemudian sisanya dititip sebanyak 10 karung beras kepada keluarga salah satu pelaku untuk dijual dengan harga Rp4 juta.

Polisi menduga modus operandi pelaku dalam kasus ini dimulai dari mengambil beras di gudang Bulog, kemudian berhenti ditempat yang sudah ditentukan pada saat perjalanan.

Selanjutnya para pelaku dengan menggunakan gancu melubangi karung beras dan memindahkan sebagian isi beras ke dalam karung yang sudah disiapkan pelaku. Kemudian masing-masing pelaku menitipkan ke teman lainnya dan dijual kepada para pembeli dengan harga murah yaitu Rp400 ribu per karung.

“Ketiga pelaku yang ditangkap dalam kasus ini berinisial YB (40), SDB (25), MS (51). Ketiganya adalah sopir truk,” jelas Kamal, Sabtu, (30/05/2020).

Dalam kasus ini terdapat 7 saksi yang sudah diperiksa yakni IK (33), IW (44), JB (19), D (30), DY (35), RW (30), AA (33) yang sebagian besar adalah kernet truk tersebut.

Sementara barang bukti yang diamankan adalah uang tunai Rp5,6 juta, 26 karung Beras Bulog sebesar 1.300 kilogram, 3 lembar surat pengantar jalan (delivery order) beras, 3 truk pengangkut beras.

“Penyidik juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Keerom terkait mekanisme pengiriman bansos, melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kasus ini telah di tangani oleh Satuan Reskrim Polres Keerom,” jelasnya.

Pelaku dijerat pasal 78 Jo pasal 65 UU No 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. ***

You might also like