Ketua DPRD Belu Dipolisikan, Pulaknya Lempari Rumah Mantan Istri

Kesabaran Waty Lopez akhirnya tak terbendung lagi. Wanita paruh baya ini nekat melaporkan mantan suaminya, Jeremias Manek Seran Junior, ke Polres Belu. Pasalnya, Manek Junior yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Belu itu, diduga melempari rumah Waty.

“Sekarang kami lagi di Polres Belu sementara buat laporan polisi dugaan pelemparan rumah yang dilakukan Manek Junior,” kata Ferdinandus Bae pengacara Waty Lopez, Jumat (15/05/2020) sore.

Menurutnya, kejadian pelemparan rumah yang diduga dilakukan Manek Junior terhadap kliennya Waty Lopez dilakukan sekitar jam 05.30 wita saat listrik sudah sudah menyala. “Cerita klien kami tadi dia datang ke rumah klien kami, tapi tidak tahu karena alasan apa sampai dia lempar rumah klien kami,” ungkap Bae.

Atas kejadian tersebut, Waty pun membuat laporan polisi.

Menurut keterangan Frido Lopez adik Waty Lopez, Ketua DPRD Belu Manek Junior datang ke rumahnya sekitar pukul 17.00 Wita dalam keadaan mabuk dengan menggunakan mobil dinas Ketua DPRD Belu. Sesampai di rumah korban, Ketua DPRD Belu langsung mematikan meteran lampu rumah, lalu pergi.

Hal ini memancing amarah keluarga korban. Namun, belum sempat melampiaskan kemarahannya, pria yang akrab disapa Manek Junior itu sudah pergi. Pihak keluarga pun langsung menghubungi beberapa anggota polisi untuk datang ke rumah.

Sekitar 20 menit kemudian, Manek Junior kembali mendatangi rumah mantan istrinya dan langsung mematikan lagi meteran lampu rumah. Manek pun langsung berjalan masuk rumah. Saat itu, Wati Lopes sedang menyapu rumah. Melihat kedatangan Manek Junior, Wati pun langsung ketakutan dan memanggil adiknya, Frido yang sedang berada di samping rumah. Frido pun langsung mendatangi kakaknya dengan membawa sebuah parang.

Melihat kedatangan Frido, Manek Junior langsung berusaha untuk pulang. Frido langsung bertanya, “Lu (Kau, red) datang saya punya rumah untuk apa? Lu kenapa (mengapa, red) kasih mati kami pun meteran lampu rumah?”

Menurut Frido, saat itu Manek Junior mengatakan bahwa dia datang untuk mengambil motor anaknya. Frido pun lantas langsung membantahnya, “Kalau lu mau ambil motor, ambil saja, kenapa harus kasih mati meteran?”

Karena mendengar ada pertengkaran, salah seorang saudara Wati bernama Lius mendatangi mereka dan langsung merampas parang yang dipegang Frido. Manek Junior dengan brutal memecahkan beberapa kaca rumah. Perkelahian hampir tak dapat terhindarkan. Untungnya, pihak keamanan yang sudah berada di lokasi langsung berusaha meleraikan keduanya dan meminta Manek Junior untuk pulang.

Wati dan Frido pun segera menghubungi sanak keluarga di sekitar rumah dan melaporkan kejadian yang mereka alami. Beberapa saat berselang, rumah mereka sudah dipenuhi sanak keluarga dan tetangga terdekat.

Sekitar 30 menit berselang, Manek Junior kembali mendatangi rumah mantan istrinya dengan membawa sanak keluarganya ikut bersamanya. Pertengkaran mulut dan kontak fisik pun tak dapat terhindarkan. Telapak tangan Manek Junior terluka. Atas dasar luka yang dialaminya, Manek Junior pun langsung mendatangi SPKT Polres Belu untuk melaporkan hal tersebut. Saat yang bersamaan, Wati Lopes bersama keluarga pun mendatangi Polres Belu untuk melaporkan petaka yang mereka alami.

Manek Junior menuturkan bahwa dirinya mendatangi rumah mantan istrinya untuk memberikan uang sebesar 10 juta rupiah. Akan tetapi, niat baiknya itu dibalas dengan penyerangan dari Frido.

“Adik… saya tadi mau antar uang 10 juta, tapi saya malah diserang. Saya ditikam ini,” jelas Manek Junior sembari menunjukkan telapak tangannya yang terluka.

Pihak Kepolisian pun saat itu langsung meminta Manek Junior untuk melakukan visum di RSUD Atambua. Usai mengambil visum, Manek Junior langsung kembali ke Polres Belu untuk diambil keterangan lebih lanjut. Usai diambil keterangan, giliran mantan istrinya yang kembali melaporkan Ketua DPRD ke Polres Belu.

You might also like