Kelompok Preman Kampung ‘Meurante’ Keroyok Warga Hingga Babak Belur

Korban Masih Dalam Keadaan Koma

ACEH UTARA – Nasib nahas dialami oleh seorang warga Unit-V Desa Babussalam Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara, korban yang bernama Efefrem Niron (30) Senin (25/05/20) dikeroyok oleh kelompok preman kampung ‘Meurante’ hingga babak belur. Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia dalam kondisi koma.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, sebelum terjadi peristiwa itu, korban yang mengenderai mobil minibus Kijang Innova dengan nomor plat BK 1087 KG, berangkat dari Kota Panton Labu menuju ke Desa Babussalam. Saat melintas di Desa Lhok Meureubo, mobil yang dikenderai korban tanpa sengaja menyerempet seorang anak kecil yang diduga keponakan preman kampung Kelompok Meurante.

Saat itu, Efefrem langsung turun dari mobilnya dan memberikan pertolongan kepada bocah tersebut yang hanya luka lecet di bagian tangan dan tidak parah. lalu tiba-tiba datang preman kampung dikomandoi oleh SU alias Meurante yang dikenal beringas dan langsung memukuli Efefrem secara membabi buta.

Menurut warga yang berada di lokasi, SU mengkoordinir beberapa adik dan keponakannya antara lain Hamdani alias Tgk Nie, Hamid, Mahdi, Murtala, Mawar dan Dun untuk mengeroyok korban hingga babak belur.

“Meurante cs menganiaya korban tanpa perikemanusiaan, korban dibanting ke jalan aspal, kemudian diinjak-injak sampai kepalanya berdarah, bahkan hingga kini korban masih tak sadarkan diri di rumah sakit,” kata saksi mata kepada media ini, Selasa (26/05/20).

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Adhtya Pratama SH kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. “Kasus ini sedang dalam penyelidikan dan kita sedang kumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi, mohon sabar ya,” kata Kasat Reskrim Rabu (27/05/20).

Sumber lain menyebutkan, Kelompok preman kampung Meurante selama ini memang sangat meresahkan masyarakat daerah itu, bahkan tiga bulan lalu, mereka juga pernah memukuli mantan Ketua DPRK Aceh Utara Jamaluddin alias Mualem Jamal, namun hingga kini kasus pemukulan mantan pejabat itu belum ada penyelesaian secara hukum.

Tokoh masyarakat dan aparatur Desa Lhok Meureubo Kecamatan Tanah Jambo Aye sangat menyesalkan sikap premanisme dan main hakim sendiri yang terjadi di desanya, karena Meurante dan kelompoknya bukanlah warga desa itu.

“Mereka sudah mencemarkan nama baik desa kami, untuk itu kami mengharapkan agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini,” ujar Mauliadi Keuchik Desa Lhok Meureubo. (54-YU/ISK)

You might also like