Aksi Polisi Sadis, Picu Kerusuhan Di Amerika Serikat

Gubernur negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, mengerahkan pasukan Garda Nasional ke Minneapolis untuk menjaga keamanan di kota itu di tengah kericuhan atas kematian George Floyd.

“Langkah ini diambil karena maraknya aksi penjarahan dan pembakaran selama unjuk rasa menuntut sikap tegas pemerintah atas kematian Floyd,” jelas Tim Waltz pada Kamis.

“Kepergian George Floyd harus mengarah pada keadilan dan perubahan sistemik, bukan lebih banyak korban dan kekerasan,” kata dia lagi.

Floyd, 46, ditangkap polisi pada Senin, saat dia diduga menggunakan uang palsu senilai USD20 untuk membayar di sebuah toko.

Rekaman video yang beredar di Facebook menunjukkan dia diborgol dan tak menunjukkan perlawanan apa pun.

Namun, polisi mengklaim Floyd berontak. Salah satu polisi tampak menginjak dan menduduki leher Floyd, meskipun Floyd berulang kali berteriak karena kehabisan napas.

Tak lama setelah itu Floyd pingsan, tetapi polisi tak kunjung melepaskan Floyd. Akhirnya, Floyd menghembuskan napas terakhirnya saat dilarikan ke rumah sakit.

Pascainsiden tersebut, empat polisi yang terlibat pun dipecat dan aksi protes yang berujung ricuh meletus di Minneapolis.

“Demonstrasi yang sudah berlangsung selama dua hari terakhir kian membahayakan. Garda Nasional dikerahkan ke sana untuk melindungi warga agar mereka bisa menyampaikan protes mereka dengan aman sekaligus melindungi pemilik usaha,” terang Wakil Gubernur Mimesota Peggy Flanagan.

You might also like